48. Bahagia Selalu

1659 Words

"Kamu hamil?" tanya James yang kini duduk berhadapan dengan Snow dan Raffa. Snow buru-buru menggeleng sambil menyodorkan kedua telapak tangan yang bergerak mengisyaratkan kata tidak. Sementara di sebelahnya, Raffa justru tertawa sambil memandangi betapa lucunya wajah Snow saat panik. "Terus kenapa buru-buru nikah?" Kali ini, Snow memilih diam dan segera menoleh ke arah Raffa. Biarlah lelaki itu yang menjelaskan sederet alasan dan pertimbangan yang mendasari pernikahan mereka yang akan terselenggara dalam waktu kurang dari dua bulan. "Tahun depan, saya ada tour ke beberapa negara. Jadwal saya lumayan padat, dan pasti bakal susah nemu jadwal yang pas. Kalo harus nunggu waktu kosong, bakal terlalu lama. Jadi, selagi jadwal saya masih longgar, kenapa nggak pas akhir tahun ini aja," terang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD