Raffa berusaha tidak membangunkan Snow yang masih tampak sangat nyenyak. Wanita itu masih tidur menyamping sambil memeluk separuh tubuhnya. Sebenarnya masih terlalu nyaman untuk beranjak dari posisi ini. Sayangnya, Raffa harus segera pergi. Sambil melepas tangan kiri Snow, Raffa lantas menggerakkan tubuhnya perlahan. Namun, baru satu kaki yang berhasil turun dari ranjang, Snow sudah langsung membuka mata. Wanita itu memang mudah terbangun hanya karena suara atau gerakan kecil sekalipun. "Yah, malah bangun. So sorry," ucap Raffa seraya mengusap kepala Snow. "Glenn udah jemput, udah di depan." Snow mengangguk dengan mata yang masih sipit. Sambil meraup selimut hingga batas leher, Snow lantas duduk. Satu tangannya memegang selimut agar tetap menutupi tubuhnya yang masih tanpa busana, semen

