Chapter 42. Malam Pertama Yang Tertunda.

1321 Words

Airin kewalahan, sampai hampir kehabisan oksigen, dengan ciuman yang dilancarkan kepadanya. Di luar dugaan, Albima sangat cepat menyeimbangi permainan bibirnya layaknya suhu. Airin pun mendorong pelan da da suaminya, agar segera melepaskan pangutannya. Dengan napas terengah-engah, Airin akhirnya bisa terbebas dari pangutan suaminya. Huuh…. Airin mengambil napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Akhirnya, pasokaan oksigen dalam rongga mulutnya kembali normal. Albima yang melihat tingkah laku sang istri pun tergelak dengan sangat puas, karena ia mampu membuat sang istri kewalahan dengan serangannya yang telah ia berikan. “Issh… nyebelin!” decak Airin, sambil mengusap bibirnya yang masih menyisakan jejak saliva mereka. Melihat itu, Albima pun ikut membantunya untuk men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD