Sekembalinya Albima membeli semua barang yang diminta oleh Airin. Ia pun membuang napas kasar, dengan perasaan gusar. Demi apa, coba? Bisa-bisanya, ia menuruti permintaan Airin begitu saja. Sungguh di luar Nurul. Eh, di luar nalar. Albima harus menurunkan harga dirinya, untuk mendapatkan semua barang yang diminta Airin. Terlebih lagi, peristiwa memalukan di swalayan pun terjadi. Di mana, terdengar tawa dan bisik-bisik yang santer terdengar oleh indra pendengarannya. Kasihan lah, suami disuruh beli barang begituan. Ngenes banget lah, nasib suami seperti dirinya. Dan, bla-bla-bla lainnya. Saat itu, Albima hanya bisa mengumpat geram dalam hatinya. Mencoba tidak perduli dengan gunjingan mereka, karena kata suami terdengar menggelikan di telinganya. Namun, nyatanya hatinya sangat panas. Dan

