Empat orang dewasa tampak tertawa geli bersama di sofa ruang keluarga. Mata mereka tertuju pada sosok bocah yang saat ini tengah cemberut menekukkan wajahnya di samping televisi. Matanya memancarkan binar melihat seekor anak anjing kecil warna putih berjenis maltese yang baru saja di dapatnya dari sang nenek. Namun seketika berubah ketika menerima penolakan dari hewan berbulu dan tampak menggemaskan itu. Anak anjing itu terus saja berlari kesana-kemari saat hendak di tangkap membuat Raka gemas dan kesal sekaligus. "Raka sini Sayang." seru Sari sang nenek sambil melambaikan tangan ke arah cucunya yang lucu itu. Tawa ke empatnya sudah mereda. Hanya ada sisa kekehan kecil di sana. Raka berjalan menghampiri sang nenek yang memanggilnya tadi, namun matanya masih tertuju pada hewan bermata b

