Rendra Terlihat Mencurigakan

1425 Words

Seminggu setelah pertemuan di taman, Maya dan Rendra kembali menjalin komunikasi. Tapi kali ini berbeda. Tidak seperti dulu—mereka tidak langsung kembali ke rutinitas lama. Maya masih berhati-hati. Rendra mencoba sabar. Mereka bertemu beberapa kali. Ngopi sebentar. Jalan di mal. Ngobrol via telepon malam-malam. Tapi Maya selalu pulang sendiri, tidur sendiri, dan bangun dengan Kambing Kocak di sampingnya. Sari menyebutnya "masa transisi". Maya menyebutnya "perlindungan diri". Tapi akhir-akhir ini, Rendra mulai terlihat aneh. --- Senin malam, apartemen Maya. Maya baru saja selesai mandi ketika ponselnya berdering. Rendra. "Halo?" "Maya, maaf ganggu malem-malem." Suara Rendra terdengar agak berbeda. Gemetar. "Aku... butuh tanya sesuatu." Maya tegang. "Tanya apa?" "Kamu tahu nomor t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD