Chapter 33

2083 Words

“Selamat pagi istriku tersayang.” Rupanya Kang telah bangun. Dia mengucapkan selamat pagi dan kami berciuman mesra pagi itu. Kami masih bermalas – malas di atas tempat tidur dengan berbalutkan selimut untuk menutup tubuh kami yang telanjang bulat. Udara pagi itu sangat dingin. Sepertinya embun masih menghiasi udara pagi. Kang bangkit berdiri dari tempat tidur, mengenakan pakaiannya dan berkata padaku untuk tetap berbaring di atas tempat tidur. Dia akan segera kembali dengan membawa makan pagi. Aku menganggukkan kepala dan menarik selimut hingga ke dahi. Kulihat Kang keluar dan menutup pintu kamar. Aku masih berbaring di atas tempat tidur sambil membayangkan kejadian tadi malam. Pipiku merona merah, aku masih merasa malu. Tidak kusangka kini aku telah menjadi istri Kang. Sejenak kemud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD