Setelah berjalan pelan dari kediamanku menuju ke aula utama, akhirnya iring – iringanku sampai di depan pintu aula utama. Selir Hu menghampiriku dan menggenggam tanganku seraya berkata “Fei Er, aku akan membantumu berjalan hingga ke depan altar pernikahan.” Selir Hu menggenggam erat tanganku dan menuntunku berjalan menuju ke altar pernikahan. Aku tidak dapat meilhat dengan jelas siapa saja yang telah berkumpul di aula utama. Namun samar – samar, aku mendengar suara Kakak Yang Ping. Suasana di dalam aula utama cukup riuh, sepertinya semua kerabat dan para pejabat telah berkumpul. Tidak lama kemudian, Selir Hu memintaku untuk berdiri menghadap Kang dan meminta kami berdua untuk masing – masing memegang ujung dari tali sebuah pita merah besar khas pernikahan, sebagai tanda bahwa kini kam

