Hari ini, adalah hari ulang tahun Audri Ralisa yang ke 22 tahun, tidak sebahagia seperti yang Audri rasakan ia hanya terus terusan menguap dan mengucek kedua matanya menggenakan sisi pergelangan tangan sembari menatap kedua manusia yang tengah membawakan Kue Tart di hadapannya dan memberikan ucapan Selamat Ulang Tahun dengan tatapan malas. Audri meniup lilin yang terpampang diatas kue tart, suara tepukan tangan kini memenuhi seisi kamar milik Audri
“Sudah selesai kan? Aku mau tidur lagi” Ujar Audri ia kembali menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
Baeri, ia sahabat Audri tentu saja tidak membiarkan sahabatnya itu kembali untuk tertidur, ia menarik pergelangan tangan miliknya dan mengguncang guncang tubuh milik Audri dengan antusias, “Jangan tidur! Ada banyak hadiah didepan! Kamu tidak mau melihat? “ Audri langsung menggelengkan kepalanya, jam tidurnya sangat tidak teratur akhir akhir ini, jadi ia ingin tidur dan tak ingin terlibat dengan acara apapun, termasuk hari Ulang Tahun-nya.
“Ih! Ini ada Dimas loh! Ini juga hari lamaran kamu! “
‘Deg’ Audri seketika membuka lebar kedua bola matanya, ia menoleh ke arah Baeri tidak percaya. Ia langsung meraih Kalender yang berada diatas meja nakas dan memperhatikan Kalender itu berulang kali.
“Kamu ini gimana sih? Lupa? “ Ujar Fahmi kepada Audri, Audri menelan ludahnya dan segera beranjak dari tempat tidur, “Aku engga mandi, gapapa kan? “ Tanya Audri sembari menggaruk quran kepalanya yang tidak gatal itu
“Menurutmu bagaimana? Enaknya mandi atau ga? Kamu pikir kamu wangi? Inget, ketek kamu tu bau” Ujar Fahmi ia menarik lengan Audri dan menggeretnya ke kamar mandi.
Audri meraih handuknya, ia sesekali mengintip dibalik pintu kamar mandi, suasana rumah sudah sangat ramai, keluarga dari mempelai pria sudah berada diruang tamu. Sedari tadi mereka hanya menunggu calon mempelai wanita menemui mereka. Audri menghela nafas dan kembali menggosok gigi dan tubuhnya.
“Maaf ya agak lama” ujar Fahmi sembari menepuk bahu Dimas yang berada disampingnya.
“Santai saja, aku tau kok kalau cewe itu ribet, dandan aja hampir satu jam. Mending kita pake buat Push Rank, gimana? “ Ujar Dimas sembari merogoh ponsel yang sejak tadi berada di sakunya.
“Setuju, Tier kamu apa nih?” Tanya Fahmi ia juga mengeluarkan ponselnya
“Mhytic dong” sahut Dimas, ia mulai me-log in kan game moba nya.
Baeri mengetuk pintu kamar mandi yang di huni oleh Audri sedari tadi, ia bahkan sedari tadi menghidup matikan lampu agar Audri cepat keluar. Audri menghela nafasnya dan membalut tubuhnya menggenakan handuk, ia menatap wajah sahabatnya itu malas.
Sebenarnya Audri sudah selesai mandi sedari tadi, selama ia didalam kamar mandi ia hanya berfikir dan terus terusan berfikir, bagaimana jadinya nanti jika ia menikah dengan Dimas. Sehenarnya ia belum siap tetapi demi membalas budi, mau tidak mau ia harus siap.
“Sini mejeman dikit” ujar Baeri sembari merias wajah sahabatnya itu, ia memoles Foundation dan bedak tabur di wajah Audri, membuat wajah Audri jauh lebih Fresh dari yang sebelumnya.
Taklama kemudian Audri keluar dari kamarnya dan siap menemui keluarga calon suaminya itu, ia menarik nafas perlahan kemudian menghembuskannya. Tangannya bergetar, jantungnya sedari tadi berdetak tak bersahabat. Audri mencoba mengontrol suasana yang berada di dalam dirinya agar menjadi jauh lebih tenang.
Audri memandangi calon suaminya bersama kakak lelaki nya tengah sibuk mengotak atik ponsel mereka masing masing sembari mendengus kasar.
‘Sempat sempatnya mereka Push disaat sedang acara? ‘ Batin Audri, ia langsung menendang meja yamg berada di hadapannya yang sontak membuat kedua pria dihadapannya terlonjak kaget.
“Aduh sebentar yang! Lagi push Lord ini. Udah Last Game” Ujar Dimas, ia masih fokus dengan ponselnya.
“Pilih.. AFK di GAME atau aku yang AFK dari sini? “Ujar Audri dengan nada yang agak tinggi. Sontak membuat Dimas langsung menyimpan ponselnya dan memasang senyum lebar kepada Audri
“I love you sayang” ujar Dimas sembari memamerkan giginya, ia mencoba merayu Audri agar tidak marah dengannya
Audri menghela nafasnya, ia kembali fokus terhadap acara lamaran sementara kakak Audri masih memainkan ponselnya, ia juga terus terusan menggerutu karena Dimas AFK.
“Bang jangan Report ya, Credit skor turun woi” Ujar Dimas dengan tatapan memelas
“Report, beban harus di report” Sahut Fahmi yang seketika mendapat perubahan ekspresi dari Dimas.