Audri dan Dimas menikah setelah mereka berkenalan selama 10 bulan, Audri menikah dengan Dimas hanya karena Dimas pernah menyelamatkannya di saat ia sedang susah dan terlibat banyak masalah. Sebenarnya kalau ingin di fikir fikir Dimas tidak perlu harus membalas perbuatan baiknya dengan cara seperti ini, bukan kah sama saja memanfaatkan keadaan seseorang yang sedang llemah?
Pernikahan mereka tidak seperti pernikahan biasanya, seperti Istri selalu romantis bersama suaminya, Audri tidak merasakan itu sama sekali, karena ia memiliki suami yang super duper ga bisa serius, alias cengengesan terus. Pada akhirnya kehidupan rumah tangga mereka berakhir Mainstream yaitu setiap hari nya akan ada insiden seperti Piring Terbang, Gertakan tabung gas, Teriakan Audri, Bekapan bantal, Dan Insiden Jemuran belum diangkat.
Dimas tidak pernah marah dengan perbuatan Audri, ia malah senang dimarahi oleh istrinya, karena jikalau Audri masih marah terhadapnya berarti Audri masih memperdulikannya dan mencintainya.
Bahkan, setiap pulang bekerja Dimas selalu saja membawa piring baru, karena piring mereka selalu habis akibat ulah Audri, dan pada akhirnya Dimas ber-inisiatif untuk membelikan Audri piring plastik agar tidak pecah lagi. Kalau di pikir pikir kantong juga bisa retak kalau setiap hari beli piring.