Dalam keadaan mata yang masih terpejam, Devanka menepuk – nepuk kasur mencari keberadaan Zevanya yang sebelumnya tidur disampingnya. Seketika Devanka terbangun karena tidak mendapati Zevanya di sebelahnya. “ Kemana dia? “ Devanka terbangun duduk, ia melihat sekelilingnya, lalu menoleh ke arah toilet tetapi tidak ada siapa – siapa. “ Apa dia sudah pulang? “ tanya Devanka, tapi kemudian dia geleng – geleng. “ Ah, gak mungkin. Pasti Zevanya kalau pulang bangunin aku dulu. “ Dia pun bergeser duduk ke pinggir kasur. “ Coba aku tanya Leo. “ Devanka membuka laci untuk mengambil ponselnya yang dia simpan disana tetapi ada sesuatu yang menjadi pusat perhatiannya yaitu sebuah berkas laporan yang waktu itu Toni berikan kepadanya tetapi belum sempat Devanka cek. Berkas itu berisi informas

