Zevanya baru saja bangun dari tidurnya, ia merasakan seluruh badannya pegal – pegal mungkin karena aktivitas tadi malam yang cukup mengeluarkan banyak energi. Dia menoleh kesampingnya ternyata sudah tidak ada Devanka. “ Kemana dia? “ Zevanya beranjak bangun dan turun dari kasur. Ketika berjalan, Zevanya merasakan area kewanitaannya agak nyeri. Maklum saja, Zevanya baru pertama kali berhubungan badan dan dia juga masih dalam keadaan perawan. Kalau dilihat – lihat memang agak gilaa, Zevanya dengan mudahnya memberikan kehormatan yang sudah lama dia jaga kepada sosok yang belum jadi suaminya, tapi biar begitu Zevanya sangat bahagia. “ Devanka? “ Zevanya keluar kamar, ia celingak – celinguk mencari keberadaan sosok lelaki yang tadi malam tidur bersamanya. Zevanya berjalan ke ara

