Pengabaian

1987 Words

Suasana di koridor yang tadinya penuh tawa mendadak senyap, menyisakan kecanggangan yang menyesakkan setelah Praditya menarik paksa pergelangan tangan Amindita menuju lift pribadi. Adnan dan Riana mematung, menatap pintu lift yang tertutup rapat dengan perasaan campur aduk. "Nan, kamu lihat nggak?" Riana menyenggol lengan Adnan dengan sikutnya, matanya masih membelalak tidak percaya. Adnan hanya diam membeku. Pemandangan tangan besar Praditya yang mencengkeram posesif pergelangan tangan Amindita seolah terpatri di ingatannya. "Hm," gumamnya pendek, suaranya terdengar berat. "Itu beneran Pak Pradi, kan? CEO kita yang terkenal sangat menjunjung tinggi etika profesional dan jaga jarak sama staf?" tanya Riana lagi, suaranya sedikit berbisik, takut ada telinga lain yang mendengar. "Hm," A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD