Suasana ruang makan berubah jadi tegang. Kakek Dirga menatap istrinya tajam. Keterangan Rama tadi membuat darahnya mendidih. Sulit dipercaya wanita yang selama ini dia kenal penuh cinta dan kasih sayang melakukan hal itu. “Mengapa kamu masih diam saja, Hera? Cepat katakan padaku bahwa yang dikatakan Rama itu tidak benar!” Kakek Dirga masih belum mengalihkan tatapannya yang tajam pada istrinya. “Itu--- Itu tidak sepenuhnya benar, Kek.” Walau apa yang ungkapkan Rama itu benar tapi Moza mencoba membantu menjelaskan agar tidak terjadi keributan antara Rama, kakek dan juga nenek karena dirinya. Rama terkejut dengan pernyataan Moza dan segera menoleh padanya. “Rama sedikit berlebihan. Sebenarnya Nenek hanya ingin aku-----,” “Cukup!” Suara tegas nenek Hera menghentikan ucapan Moza. Moza dan ju

