21. Kenangan Pahit Di Masa Lalu

1535 Words

Moza dan Rama datang ke kebun mawar nenek di belakang dengan pakaian rapi dan maksimal lengkap dengan kaca mata hitam seperti orang yang akan bepergian. Saat mereka sampai tuan Dirga sedang sibuk menenangkan nyonya Hera yang sedang sedih melihat puluhan pohon bunga mawarnya mati menguning. “Tenanglah, Hera. Sabar, ya! Aku tau kamu sangat menyayangi mawar-mawarmu. Tapi, itulah musibah. Kita harus berusaha tabah menerimanya,” tutur tuan Dirga sambil memegangi bahu istrinya itu yang sibuk menghapus air matanya dengan sapu tangan. “Ohh, tidak! Nenek, mengapa bunga-bunganya bisa jadi menguning begini?” tanya Moza terkejut begitu tiba melihat pohon-pohon mawar nyonya Hera daunnya menguning semua seperti mau mati. Dia pun segera menghampiri sang nenek dengan rasa bersalah. “Maafkan saya, Nek.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD