17. Norak dan Tidak Berkelas

1125 Words

Matahari semakin terik. Keringat Moza bercucuran membasahi wajah dan tubuhnya. Setelah hampir satu jam dia hampir selesai memotong batang bunga mawar dan memotong batang semai yang tidak berguna seperti perintah nenek Hera. Namun sejak tadi dia tak pernah kembali ke kebun ini untuk membantunya. Asyik berbincang di gazebo dengan Ellea. “Selesai,” ucap Moza setelah meletakkan beberapa batang bunga di keranjang. “Lebih baik aku segera bawa ke gazebo sana daripada nanti layu,” ucap Moza sambil mengusap keringat di wajahnya dengan punggung tangan kanan yang masih terbungkus sarung tangan Dia angkat keranjang berisi tumpukan bunga mawar. Terasa cukup berat dan agak kesulitan membawanya. Namun Moza tetap semangat. Toh, jarak antara kebun dan gazebo tidak terlalu jauh. Mungkin hanya sekitar dua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD