**66 itu Sewidak enem**

1443 Words

Jimmy masih duduk bersama Jani setelah acara malam ini selesai. Jani menatap sang ayah yang jelas terlihat bingung, pun ia juga bingung bagaimana harus berbicara dengan ibu tirinya. Malam ini semua berjalan begitu lancar dan baik bahkan semua bercengkrama dan mengobrol dalam hubungan yang hangat. Jujur Jani menyukai itu, Ia melihat sisi lain sang kakak. Jani bisa melihat bagaimana sang kakak bermanja pada Reina dan Yogi. Yang Jani pikirkan selama ini kalau Juna adalah pria yang tegas, tegar dan dewasa. Semua itu adalah sikap yang selalu Juna tunjukkan selama mereka bertemu. Kini ia melihat sisi lain sang kakak, dan itu buat ia bahagia mengetahui kalau ada Reina, yang menjadi tempat sang kakak untuk bersandar. "Yah, belum mau telepon Mami?" tanya Jani buat sang ayah menatap ke arahnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD