Perasaan Apa Ini?

1145 Words

Dea mendesah frustrasi kala melihat jarum jam yang menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh. Sementara ia saat ini baru saja menyelesaikan acara berendam nya dengan tubuh yang masih terlilit dengan handuk. "Apa aku harus benar-benar pergi ke sana? Bagaimana kalau aku kabur saja? Toh lagi pula dia juga sudah menandatangi kontrak kerja kita," gumam Dea saat ide licik itu tiba-tiba saja terlintas di kepalanya. Saat hendak meraih pakaian santainya untuk dikenakan dan kabur dari acara makan malam bersama Bagas, suara notifikasi ponsel yang masuk pun membuat wanita itu buru-buru mengambil ponselnya. Dengan antusias wanita itu menyalakan layar ponselnya, dengan harapan notifikasi tersebut berisikan pesan dari Arthur yang selama ini ia nantikan. Namun, nyatanya Dea harus menelan pil pahit saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD