Kekhawatiran Dito

1014 Words

Dito menatap tajam ke arah Dea yang saat ini tengah menunduk di hadapannya. Tatapan pria itu terasa sangat dingin dan menusuk tubuh Dea. Tubuh wanita itu bergetar halus, takut jika harus menghadapi amukan amarah dari sang kakak. "Harusnya kalau kamu ingin keluar kamu kasih tau kakak! Kakak bisa langsung pulang dan bawa kamu keliling Paris, kamu tidak perlu bersama Arthur!" omel Dito tegas. Ada nada tak suka dalam ucapan pria itu.  Ia terlihat sangat marah saat melihat Dea pulang ke apartemen diantarkan oleh Arthur, apalagi melihat kedekatan mereka yang kian akrab. "Aku cuma enggak pengen buat kakak terganggu, aku tahu kakak itu sibuk," cicit Dea, ia merasa sangat bersalah telah membuat kakaknya marah dan khawatir seperti ini.  Melihat raut memelas di wajah adiknya, membuat hati Dito s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD