"Dea, cepatlah. Kita tidak boleh terlambat," panggil Dito. Pria itu terlihat terus saja menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul sepuluh pagi. Tampilan pria itu pun terlihat lebih rapi, dengan kaos hitam dan celana kain hitam, dipadukan dengan jas abu-abu yang tak dikancing. Tak lama kemudian, terlihat Dea keluar dengan dress hitam yang panjangnya tiga centimeter di atas lutut, tak lupa ikat pinggang berbentuk daun sebagai penghias. Sirius pun tampak turut serta dibawa oleh wanita itu di gendongannya. Bayi laki-laki itu tampak sangat tampan dengan kaos hitam dan celana abu-abu yang terlihat senada dengan paman dan ibunya. "Yuk, Kak. Maaf tadi lama, aku siapin susunya Sirius dulu di botol," ucap Dea tak enak. Dito pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, ia memaklumi adi

