40. Minggat

1292 Words

Terpaksa melepaskan kuliahnya, menikah, hamil dan melahirkan. Siapa sangka proses itu membawa Rea pada masa seperti ini. Diserang rasa takut yang berlebihan membuat Rea seakan kehilangan jati dirinya. Rea meringkuk, air mata jatuh membasahi pipinya yang mulus. Seharusnya ia tidak di sini. Seharusnya ia menemani kedua anak kembarnya di rumah sakit. Tapi apa yang Danis katakan adalah benar bahwa dirinya merupakan ibu yang buruk. Rea takut anaknya terkena sial apabila ia ada di sana. "Aku nggak bisa apa-apa. Asiku nggak mau keluar!" isak tangis Rea memenuhi kamar itu. "Rea kamu jangan seperti ini dek, kamu ibu yang baik. Jangan karena asimu nggak mau keluar terus kamu putus asa begini. Nggak baik dek, kasihan bayimu." Ranisa menasihati adik bungsunya itu. Usai dari rumah sakit tadi Rea me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD