Detik telah berganti menit, Nathalia menatap dalam pada mata Danis. Ia seolah mengatakan kalau dirinya takut ditinggalkan. Ia sedang memohon pada Danis agar tetap berada dalam jangkauannya atau dirinya akan semakin terluka. "Lia, anak papa, kamu juga harta papa nak. Papa akan tetap di samping kamu," seolah paham apa yang ada dalam pikiran gadis kecil itu, Danis berjanji pada Lia. Ia memeluk Nathalia dengan penuh kasih sayang. Setelah ini ia harus menjelaskan pada anaknya itu bahwa Rea tidak bermaksud menyakitinya. Danis tidak ingin kedua orang yang di sayanginya itu terluka. "Lia percaya sama papa?" tanya Danis sambil menggenggam tangan mungil Lia. "Lia percaya." Jawab Nathalia. Danis menghembuskan napasnya dengan lega. "Syukurlah. Lia sayang, kamu juga percaya, kan, sama mama?" pertan

