"Puas tidurnya?" tanya Abimana, begitu Nadia langsung duduk di pangkuannya sembari memeluk tubuhnya tanpa permisi. Nadia sontak mengangguk, meskipun Abimana tidak bisa melihatnya mengangguk barusan. Nadia sedikit menarik diri, lalu beralih mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami. Menatap pria itu yang saat ini tengah mendongak untuk menghembuskan asap rokok ke udara. "Bandel banget. Udah dibilangin harus ngurangin ngerokoknya, tetep aja masih suka nyebat. Udah abis berapa batang rokok tadi?" Setelah bertanya, mata Nadia nampak melirik ke arah asbak yang ada di atas meja. Nadia dapat menghitung, jika di sana terdapat tiga puntung rokok. Itu berarti, Abimana sudah merokok sebanyak empat kali dengan yang saat ini. "Baru juga empat sayang." "Baru kok empat? Jadi maksud Mas, ma

