"Ayo Luna, kita berangkat!" Luna tak menghiraukan ucapan Rafael, ia malah asyik bergurau dengan anak-anak. "Luna!" panggil Rafael kembali. Rafael memejamkan matanya untuk sepersekian detik. Kemudian mendekati Luna dan menepuk bahu Luna pelan. Luna terkejut, kemudian menatap Rafael bingung. "Kamu bilang satu jam lagi pesawat akan take off kan?" "Iya, Pak." "Anak-anak kak Rafael sama kak Luna pamit dulu ya," ucap Rafael. "Yahhhhh, padahal lagi asyik main sama kak Luna," ucap salah satu anak perempuan. Raut wajahnya terlihat sangat kecewa. Luna tersenyum lembut. "Lain kali kita bisa main lagi." "Iya, kak," ucapnya sendu. Kemudian mereka pamit, Rafael menarik tangan Luna masuk ke dalam mobil. Entah sadar atau tidak dari kejauhan Zahira melihat mereka. Pagi ini sebelum berangkat ke ba

