Zahira duduk di meja rias dan berdandan. Ia merias wajahnya menggunakan make up, kemudian memakai lotion yang wangi. Malam ini Zahira akan pergi bersama Satya ke pasar malam. Setelah selesai merias, Zahira menatap pantulan dirinya di cermin. Ia terlihat menawan malam ini dengan rambut kecoklatan yang di gerai dan di curly bagian bawahnya. Zahira memakai dress selutut yang senada dengan high heelsnya. Beberapa hari ini ia bahkan tidak peduli dengan penampilannya. Ia terus-terusan bersedih dengan kejadian yang dialaminya. Sedangkan hidup tetap akan berjalan semestinya. Malam ini Zahira bangkit, Zahira tidak ingin terpuruk lagi. Zahira ingin semua orang mengetahuinya jika ia adalah wanita yang kuat. Bel interkom apartemen berdeting, Zahira tersenyum kemudian melangkahkan kakinya keluar d

