Hari-hari berlalu dengan cepat, kini Zahira sudah sembuh dan melakukan aktivitasnya seperti biasa. Ia sedang bersenandung ria sambil menyiapkan pesanan kue. Bakery Zahira maju pesat, ia sangat senang karena usahanya selama ini tidak sia-sia. Namun ada yang lebih membuat Zahira senang. Hubungannya dengan Rafael telah membaik. "Mbak, ada yang mau bertemu," ucap salah satu staf bakery. "Siapa?" "Mas Satya." "Oh, ya sudah suruh tunggu sebentar. Aku mau nyelesain pesanan ini dulu." "Biar saya saja Mbak. Mbak Zahira temui saja Mas Satya." Kemudian Zahira pun menemui Satya yang ada di luar. Satya sedang duduk di teras Bakery. "Kenapa tidak masuk?" Satya pun menengok ke belakang dan langsung berdiri. "Di dalam dan di luar pun sama saja." "Ada apa kau kesini?" "Hanya ingin tahu kabarmu.

