Rafael buru-buru menutup teleponnya. Jelena baru saja memberi kabar jika Zahira masuk rumah sakit karena menyelamatkan dirinya. Rafael melonggarkan dasinya kemudian keluar dari ruang kerja pribadinya. "Batalkan meeting ku sekarang. Ada hal penting yang harus saya urus!" perintah Rafael mutlak. Tanpa menunggu jawaban dari sekretarisnya, Rafael berjalan dengan tergesa-gesa. Ia masuk ke lift khusus petinggi di perusahaannya. Ketika sampai di lobi, ia bahkan mengabaikan sapaan karyawan. Ia terus berjalan tergesa-gesa sampai masuk ke mobilnya. Rafael melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Kenapa harus Zahira? Kenapa?!" Teriak Rafael. Rafael tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak peduli dengan sumpah serapah dari pengendara lain. Beberapa menit kemudian Rafael sampai

