Misteri Di Balik Pemecatan

1100 Words
Setelah pertemuan dengan Aryo, Naura dan Rindra menunggu dengan penuh harap. Aryo bukan orang sembarangan, dia memiliki banyak koneksi di dunia keamanan dan informasi. Jika ada sesuatu yang mencurigakan di balik pemecatan Naura, Aryo pasti bisa menemukannya. Dua hari berlalu tanpa kabar. Kegelisahan mulai menguasai Naura. Dia menghabiskan waktunya di rumah, mencoba mencari pekerjaan baru, tetapi pikirannya terus kembali pada pemecatan mendadaknya. Pagi itu, ponselnya akhirnya berdering. "Aryo." Kata Naura menatap nama di layar ponselnya. “Naura, Rindra. Aku punya informasi,” Suara Aryo terdengar serius. “Temui aku di tempat biasa.” Kata Aryo di seberang telepon. Tanpa menunggu lebih lama, Naura segera menghubungi Rindra. Dalam waktu singkat, mereka sudah dalam perjalanan menuju kafe tempat mereka bertemu sebelumnya. Ketika mereka tiba, Aryo sudah menunggu di meja pojok dengan secangkir kopi di depannya. Begitu melihat mereka, dia memberi isyarat untuk duduk. “Aku menyelidiki beberapa hal.” Kata Aryo, menatap mereka dengan ekspresi serius. “Dan yang kutemukan… agak mengejutkan.” Sambungnya. Naura menelan ludah menunggu perkataan Aryo selanjutnya. “Apa itu !?” Tanya Naura. Aryo menghela napas panjang. “Seseorang memang sengaja membuatmu dipecat.” Kata Aryo. Rindra mengepalkan tangan. “Siapa !!?” Tanya Rindra geram. Aryo menyodorkan sebuah amplop cokelat kepada mereka. Naura membuka amplop itu dan menemukan beberapa lembar dokumen serta beberapa foto. Matanya melebar saat melihat wajah di dalam foto tersebut. “Pak Sigit !?” Gumamnya tak percaya. Itu adalah manajernya sendiri. Aryo mengangguk. “Aku menemukan bukti bahwa seseorang memberi Pak Sigit sejumlah uang untuk memecatmu. Aku tidak tahu persis alasannya, tapi jelas ada orang yang ingin menyingkirkanmu dari restoran itu.” Kata Aryo. Naura menggelengkan kepala, tidak percaya. “Tapi kenapa, Aku tidak pernah bermasalah dengan siapa pun di sana.” Suara Naura terdengar lirih. Aryo melanjutkan. “Lebih aneh lagi, orang yang memberikan uang itu bukan seseorang yang bekerja di restoran. Aku menyelidiki transaksi bank Pak Sigit dan menemukan bahwa dia menerima transfer dari rekening tak dikenal, mungkin dari seseorang yang tidak ingin jejaknya mudah ditemukan.” Ujar Aryo sembari melipat ke dua tangannya. Rindra menatap foto-foto itu dengan rahang mengeras. “Jadi ini memang konspirasi.” Kata Rindra. Aryo mengangguk. “Aku juga mendengar dari beberapa staf restoran bahwa beberapa hari sebelum kau dipecat, ada seseorang yang datang menemui Pak Sigit. Mereka bicara secara tertutup di kantornya. Setelah pertemuan itu, tiba-tiba kau dipecat.” Jelas Aryo. Naura menggigit bibirnya, mencoba mengingat apakah dia pernah bertemu seseorang yang bisa saja menginginkan kejatuhannya. Namun, tidak ada yang terlintas di benaknya. “Apakah ada kemungkinan ini ada hubungannya dengan kejadian di vila !?” Tanya Rindra tiba-tiba. Aryo mengerutkan kening. “Vila... Kejadian apa !?” Tanya Aryo menautkan alusnya. Naura dan Rindra saling berpandangan. Mereka belum menceritakan tentang pengalaman mereka di vila tua, tentang kehadiran misterius wanita bergaun hitam, dan bisikan-bisikan yang menghantui mereka. Rindra menghela napas. “Ada sesuatu yang terjadi pada kami beberapa malam yang lalu. Kami mengalami kejadian aneh di sebuah vila tua. Aku mulai curiga bahwa semua ini mungkin berkaitan.” Jelas Rindra. Aryo tampak berpikir sejenak. “Kalau memang ada hubungan, maka orang yang berada di balik semua ini bisa saja memiliki kekuatan lebih dari sekadar uang dan koneksi.” Kata Aryo. Naura menggigit bibirnya. “Apa yang harus kita lakukan sekarang !?” Ucap Naura pelan. Aryo menatap mereka serius. “Aku bisa mencari tahu siapa sebenarnya pemilik rekening misterius itu. Tapi itu butuh waktu. Sementara itu, kalian harus berhati-hati. Jika seseorang cukup berani untuk memanipulasi manajer restoran agar memecatmu, itu berarti mereka ingin menjauhkanmu dari sesuatu.” Kata Aryo menatap Naura.. Rindra mengangguk. “Baik. Kita akan tetap waspada.” Ucap Rindra. Setelah berdiskusi panjang dengan Aryo, Naura dan Rindra memutuskan untuk menghadapi Pak Sigit secara langsung. Mereka ingin tahu apakah manajer restoran itu akan mengakui keterlibatannya. Malam itu, mereka pergi ke restoran tempat Naura bekerja. Restoran masih buka, tetapi suasana tidak terlalu ramai. Mereka menunggu di luar hingga akhirnya Pak Sigit keluar dari pintu belakang, tampak lelah setelah seharian bekerja. Naura memberanikan diri melangkah maju. “Pak Sigit.” Panggil Naura. Pria itu terkejut melihatnya. “Naura, Kenapa kau di sini !!?” Tanya Pak Sigit heran. Rindra maju selangkah. “Kami tahu tentang transaksi yang Anda terima dari seseorang." Kata Rindra menatap tajam pada Pak Sigit. “Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan.” Ucap dengan wajah pucat. Aryo, yang ikut datang, menyodorkan dokumen yang telah dikumpulkannya. “Ini bukti transfer yang Anda terima sebelum Anda memecat Naura. Kami hanya ingin tahu, siapa yang menyuruh Anda !!?” Kata Aryo sembari menyodorkan sebuah amplop pada Pak Sigit. Pak Sigit tampak panik. Dia melirik ke sekeliling seolah mencari jalan keluar. “Aku tidak bisa bicara. Aku hanya melakukan apa yang diperintahkan.” Katanya dengan suara gemetar. “Siapa yang memerintahkan Anda !?” Ucap Naura dengan curiga. Pak Sigit menelan ludah. “Aku… aku hanya mendapat instruksi dari seseorang. Aku tidak tahu namanya. Dia hanya mengatakan bahwa aku harus memastikan Naura tidak lagi bekerja di sini. Jika aku menolak, keluargaku akan dalam bahaya.” Kata Pak Sigit sembari menatap Aryo dan Rindra. Naura terlonjak lalu berkata. “Mereka mengancam Anda !!?” Kata Naura dengan syaea meninggi. Pak Sigit mengangguk. “Aku tidak punya pilihan. Aku hanya mengikuti perintah.” Katanya. Aryo menatapnya tajam pada Pak Sigit. “Apakah Anda pernah melihat orang itu secara langsung !!?” Tanya Aryo. Pak Sigit menggeleng. “Tidak. Aku hanya menerima pesan dan sejumlah uang.” Ucapnya. Rindra mengepalkan tangan. “Ini lebih serius dari yang kita duga.” Ucapnya geram. Naura menarik napas dalam-dalam. “Pak Sigit, kalau Anda tahu sesuatu yang bisa membantu kami, tolong beri tahu.” Pinta Naura. Pak Sigit tampak bimbang, lalu akhirnya berkata dengan suara pelan, “Aku tidak tahu siapa dia, tapi... orang itu menyebutkan sesuatu yang aneh. Sesuatu tentang… masa lalu Naura.” Jelas pak Sigit “Masa laluku !!?” Ucap Naura denfan wajah menegang. Pak Sigit mengangguk. “Dia berkata, ‘Naura tidak boleh berada di tempat ini. Dia harus dijauhkan sebelum semuanya terbuka.’” Kata Pak Sigit. Jantung Naura berdegup kencang. "Apa maksudnya ?" Gumam Naura. Rindra langsung menyadari sesuatu. “Ini pasti berkaitan dengan kejadian di vila.” Ucapnya pelan. “Kita perlu menyelidiki lebih dalam.” Ucap Aryo mengangguk pelan. Pak Sigit menatap mereka dengan wajah penuh ketakutan. “Kalian harus berhati-hati. Orang ini… dia bukan orang biasa.” Kata Pak Sigit. Naura merasakan hawa dingin menjalari tubuhnya. Ini bukan hanya tentang pekerjaannya, ini tentang sesuatu yang jauh lebih besar dan dia harus siap menghadapi kebenaran yang mungkin akan mengubah hidupnya selamanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD