Fazio melangkah semakin mendekati semak-semak meski sudah berhenti bergoyang bukan berarti menyurutkan keinginan Fazio untuk memeriksa apa gerangan yang ada di balik semak-semak itu. Fazio meneguk ludah saat dirinya sedikit lagi tiba di dekat semak-semak tersebut. “Pasti hanya rubah liar,” gumamnya, mencoba berpikir positif sekaligus mencoba menyemangati dirinya sendiri yang sebenarnya mulai merasakan firasat buruk. Meski kekuatannya belum sekuat ibunya, tapi sekadar merasakan aura berbahaya, Fazio sudah cukup mempu melakukannya. Dan sungguh hatinya tak tenang sekarang. Fazio mengulurkan salah satu tangannya untuk menyingkap semak-semak itu. Dan ... “Yang Mulia, anda sedang apa di sana?” Fazio luar biasa terkejut hingga tanpa sadar berteriak begitu sebuah suara tiba-tiba terdengar dar

