FIFTY THREE

2082 Words

“Airell, bukankah ini sudah malam? Orang lain sedang tertidur lelap di dalam gua yang hangat, kenapa kita masih latihan di sini padahal di sini dingin sekali?” Fazio mematung saat Airell mendelik tajam ke arahnya. Sangat menyeramkan tatapan gadis itu sehingga mampu membuat Fazio bergidik ngeri. “Sudah kukatakan, aku tidak akan mengampunimu jika kau hanya menjadi bebanku saat di hutan nanti. Aku tidak akan segan-segan membunuhmu. Jika kau pikir aku hanya bercanda atau hanya sekadar mengancam saat mengatakan ini, maka kau salah besar. Karena aku serius dan aku akan melakukan seperti yang kukatakan jika merasa kau hanya akan menjadi bebanku saja.” Fazio mengembuskan napas frustasi, sejak sang guru menyatakan kalau mereka satu kelompok, Airell terus saja mengatakan ini sehingga rasa-rasany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD