FIFTY TWO

2612 Words

Suasana di dalam gua itu tampak ramai, penuh dengan beberapa siluman ular muda yang tengah berbincang dengan teman-teman mereka. Mereka tengah menantikan kedatangan sang guru yang akan memberikan instruksi kegiatan apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Di antara kumpulan para siluman ular muda itu terlihat seorang pemuda yang tampak tak bersemangat. Meski sejak tadi dia tak sendirian karena beberapa gadis tengah mengerumuninya, namun sang pemuda hanya duduk sambil bersila dengan sesekali mengembuskan napas frustasi. “Pangeran, saya dengar nanti guru akan membagi kita menjadi beberapa kelompok. Nanti anda bersedia kan jika satu kelompok dengan saya?” tanya seorang gadis yang sejak tadi terus menempel pada sang pemuda yang tidak lain merupakan Pangeran Fazio, layaknya perangko pada amp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD