AFTER SCHOOL BAB 88 Lelaki Setengah baya itu memanggilnya, bertemu di sebuah Cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari perusahaan mereka. Ia ingin melihat perempuan itu lagi, setelah sekian lama menyerahkannya kepada Deo. Wanita itu duduk di sana, tepat di hadapan Pak Sasmita. Sedikitpun, tanpa rasa takut. Pak Sasmita meletakkan secangkir kopi yang baru saja disesapnya, matanya menatap ke arah Reana, sebuah pandangan yang menunjukkan rasa ketidaksukaannya kepada wanita itu. “Apa yang kau inginkan, Reana?” Tanya Pak Sasmita, datar. “Bukankah dulu, aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mengganggu putraku? Aku menempatkanmu di sisinya, semata untuk membantunya. Kau yang sudah memiliki pengalaman lebih, agar membantunya di perusahaan. Tapi, sekarang apa yang kau lakukan padanya?”

