"Reana," Deo memanggil wanita itu dengan lembut. Reana menoleh, ia menutup kembali pintu kantor itu. "Ya, Pak?" "Kau sudah mau pulang?" Tanya Deo yang melangkah mendekati Reana. Reana mengangguk, tersenyum kecil, "Apa ada hal lain yang harus saya kerjakan, Pak Deo?" "Oh, tidak. Bagaimana kalau kita pulang bersama? Kau bisa ikut mobilku, kebetulan kita searah, bukan?" Kata Deo membuka pintu kantor itu kembali. "Saya?" "Hmm, kebetulan aku ingin bertemu Hana." Deo mengangkat tas kertas di tangannya, "Aku ingin memberikan ini langsung." "Ta.. Tapi," Reana merasa gugup dengan apa yang dikatakan Deo. "Ayo, nanti keburu malam." Deo melangkah, mendahului wanita itu. Dan Reanapun berjalan di belakangnya. ..................... "Maaf, merepotkan, Bapak." Ucap Reana, yang kini duduk di sampi

