Episode 39

707 Words

"Kak Andre membawaku ke rumah itu." Cindy meletakkan kepalanya di pangkuan ibunya. Wanita itu mengusap kepala putrinya lembut. "Rumah siapa?" Wanita itu mengernyit. "Rumah Kak Andre. Rumahnya besar dan bagus. Cindy kira, dia sama seperti kita. Ternyata tidak." Ucap Cindy lirih. "Apa kamu bertemu orangtuanya?" Tanya Bu Wicaksana. Masih membelai rambut Cindy. "Hmm, Cindy bertemu ayahnya. Tapi, ayah Kak Andre sedang sakit. Duduk di sebuah kursi roda dan tidak dapat berbicara. Cindy melihat, Kak Andre begitu mencintainya. Cindy ngak pernah tahu, jika dibalik canda dan senyumnya yang ramah itu, ia memiliki beban yang berat di pundaknya. " Bu Wicaksana menghela napas," Kita tidak pernah tahu, apa yang terjadi di balik dinding rumah seseorang. Terkadang kita hanya menilai dari luarnya saja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD