Kepercayaan yang Retak

1296 Words

Kegelapan di dalam kamar Alea terasa lebih menyesakkan daripada malam-malam sebelumnya. Bau hujan yang mulai mereda meninggalkan aroma tanah basah yang masuk melalui celah jendela, bercampur dengan bau pengap dari perangkat elektronik yang baru saja digunakan secara paksa. Alea duduk bersimpuh di atas karpet tebal, cahaya biru pucat dari layar tablet kecilnya memantul di wajahnya yang kaku. Jemarinya yang dingin bergerak dengan ragu di atas layar, mencoba menavigasi tumpukan file yang baru saja ia curi dari arsip rahasia sayap timur saat sensor mansion sedang terganggu. "Aku tidak seharusnya melihat ini," bisik Alea pada kesunyian, namun rasa ingin tahu yang bercampur dengan dendam mendorongnya untuk terus menekan tombol putar pada sebuah file video lama yang terkubur dalam folder terenkr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD