Ruang makan utama di Vila Vandeborg terasa lebih menyerupai ruang pengadilan daripada tempat untuk menikmati hidangan pagi. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela-jendela tinggi hanya mampu menerangi partikel debu yang menari di atas meja makan kayu panjang yang terbuat dari mahoni gelap. Aroma kopi hitam yang pekat dan tajam beradu dengan bau lilin lebah yang digunakan untuk mengilapkan perabotan kuno di sekeliling mereka. Marco duduk di kursi mahoni yang kaku, memegang garpu peraknya dengan cengkeraman yang stabil namun waspada. Di ujung meja, Don Vandeborg sedang memotong sepotong daging asap dengan ketelitian yang mengerikan, seolah-olah dia sedang membedah musuhnya di meja operasi. Kesunyian di antara mereka berdua terasa begitu mencekam, hanya diinterupsi oleh denting logam alat

