Pengintaian Rahasia

1575 Words

Aroma kopi yang terbakar dan uap dari panggangan roti yang berminyak memenuhi udara di dalam kafe pinggir jalan yang nampak kusam itu. Kafe ini terletak di sudut persimpangan yang padat, tempat di mana hiruk-pikuk kota dan deru mesin kendaraan menyamarkan percakapan paling berbahaya sekalipun. Alea duduk di sebuah meja kecil di pojok ruangan, wajahnya tersembunyi di balik topi rajut dan kacamata hitam besar. Di depannya, sebuah cangkir porselen yang retak berisi cairan hitam pekat mengepulkan sisa panas yang mulai memudar. Tangannya menggenggam ponsel pintar yang layarnya sengaja dibuat redup, menampilkan peta digital yang terus berdenyut. Di seberang jalan, sebuah sedan hitam mewah terparkir di depan gedung perkantoran tua yang menjadi markas terselubung faksi saingan Syndicate. Marco du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD