Aroma kertas tua yang membusuk dan debu yang mengendap selama puluhan tahun menyambut Alea saat ia melangkah masuk ke dalam aula utama perpustakaan kota. Bangunan bergaya gotik ini terasa jauh lebih dingin daripada udara malam di luar sana. Cahaya remang-remang dari lampu meja berbahan tembaga memberikan siluet panjang pada rak-rak kayu jati yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit. Di sinilah, di antara jutaan kata yang membeku, Alea memilih untuk melakukan penyelidikan diam terhadap target-target yang baru saja ia dapatkan namanya dari Leo. Ia tahu bahwa jejak digital bisa dihapus oleh peretas profesional, namun arsip fisik sering kali menyimpan kebenaran yang terlupakan oleh sejarah. Alea mengenakan sweter longgar dengan tudung yang menutupi sebagian wajahnya. Ia sengaja tidak mem

