Luka Lama Alea

1504 Words

Hujan turun rintik-rintik di luar gedung arsip tua, menciptakan irama monoton yang mengetuk kaca jendela berdebu. Di dalam ruangan yang pengap itu, udara terasa berat oleh aroma kertas lapuk dan logam dingin dari perangkat keras yang terus bekerja. Alea duduk meringkuk di depan barisan monitornya, namun jemarinya yang biasanya lincah menari di atas papan ketik kini tampak kaku. Cahaya biru dari layar memantul di matanya yang terlihat kosong, seolah jiwanya tidak lagi berada di ruangan itu. Bayangan dari masa lalu mulai merangkak naik, menyelimuti kesadarannya seperti kabut hitam yang pekat. Luka Lama Alea kini terbuka kembali, dipicu oleh sebuah koordinat lokasi yang tanpa sengaja muncul dalam pencarian data logistik Don Vandeborg. Marco, yang baru saja kembali dari penyerahan hadiah untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD