Udara di dalam ruang arsip tua itu terasa semakin menyesakkan, seolah setiap inci oksigen telah digantikan oleh debu sejarah dan ketegangan yang membeku. Di luar, hujan yang tadi rintik-rintik kini berubah menjadi badai kecil yang menghantam atap seng bangunan, menciptakan suara gaduh yang seolah ingin menembus keheningan di dalam. Cahaya lampu neon yang berkedip-kedip memberikan kesan dramatis pada wajah Alea yang masih pucat setelah dihantam oleh flashback traumatis tentang rumah masa kecilnya. Di sudut ruangan, Marco berdiri membisu, memperhatikan bahu Alea yang masih sedikit bergetar di depan layar monitor. Bau apak kertas tua yang lembap menyengat indra penciumannya, namun fokus Marco sepenuhnya tercurah pada sosok wanita yang baru saja membuka luka tergelapnya itu. Perasaan batin Ma

