Malam yang panjang di Mansion Vandeborg baru saja mencapai puncaknya. Sisa-sisa aroma sampanye dan parfum mahal masih menggantung di udara ruang perjamuan, namun bagi Marco Vandeborg, keriuhan itu hanyalah gangguan bising yang menutupi detak jantung konspirasi yang sebenarnya. Setelah memastikan Alea kembali ke kamar dengan selamat di bawah pengawasan ketat yang samar, Marco melangkah menuju ruang kerja pribadinya. Ia mengunci pintu kayu ek yang berat itu, memutar slot kunci ganda, dan mengaktifkan perangkat pengacak sinyal yang tertanam di balik dinding. Lampu meja yang berpendar redup menjadi satu-satunya sumber cahaya di ruangan itu. Marco duduk di kursi kulitnya, menatap layar monitor yang menampilkan barisan kode yang terus bergulir. Pikirannya tertuju pada satu nama sandi yang telah

