bc

Kutemukan surga di indonesia

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
family
HE
arranged marriage
like
intro-logo
Blurb

Seorang gadi palestine.. yang jadi yatim piyatu.. tidak ada lagi tempat untuk pulang..satu satunya pesan yang terngiang di kepalanya adalah pesan dari almarhun ibunya “ pergi lah ke indonesia sebelom kau menilah indah. Ya surga di langit, setidak nya kau lihat surga yg nyata di bumi

chap-preview
Free preview
1. Ayah
Tampak seorang gadis kecil berua 10 tahun Dan adik laki laki nya yang berusia 8 tahun Menangis ketakutan di pelukkan ibunyaa… “ baca istifar nak… sedih boleh tapi jangan Takut ya”. Begitulah umi menenangkan aku dan adikku. Gelombang perlawanan gerilya masih terus Di lancarkan, suara ledakan bom roket terus Menerus tanpa berhenti seakan menunggu Kediaman kami menjadi sasaran roket Roket tersebut. “ Abi kemana umi? Kok belom datang” Gumam adikku yang bernama zain umar acmad. Kota kami sedang terjadi agresi. Keadaan kacau balau, semua lumpuh total. Listrik, air, panass. Tidak ada tempat lagi berlindung kecuali Menggantungkan harapan kepada allah Semesta. Kami tinggal di jalur gaza sebelah timur. Tepat setelah gencatan israel - mesir pada Tahun 2005. Sudah lima tahun kami tinggal Disini. Sekarang hamas mengambil alih Pemerintah di gaza secara defacto akibat Masih ada campur tangan dan kependudukan Israel di gaza. Mau tak mau Hamas berusaha melindungi Rakyat Gaza sebagai benteng Terakhir. Kemenangan hamas pada pemilu membuat Gaza di blokade oleh mesir dan israel. Ada 7 partai di palestina. Dua partai Besar yaitu fatah. Gerakkan pembebasan Nasional palestina atau harkat at-tahrir Al- watani al- filastini (fatah). Berisi Orang orang pemerintah. Berpusat Di ibukota yarussalem. Berfokus pada Kemerdekaan palestin melalui jalan Negosisasi yang tak kunjung menemukan Titik temu hingga saat ini. Yang ke dua adalah hamas. Gerakkan perlawanan islam atau harakat Al- muqawamah al- islamiyyah (hamas). Berisi pejuang pembebasan Al Aqsha Dan palestine. Anti zionisme dan berjiwa Mujahid. Aku sudah dua hari berpuasa dan berbuka Dengan sepotong gandung yang ku bagi dua Dengan adikku. Listrik sudah 1 minggu tak Kunjung menyala. Keadan masih saja Seperti ini. Terdengar suara lirih adiku yang memanggil Abi.. dia sangat ketakutan dan kelaparan Sudah sepuluh hari kami tidak keluar rumah. Satu panci air bersih utuk berbuka dan Sahur. Kamk pun solat dengan berwudu Tayamum dengan Menggunakan debu dari Tembok rumah kami. “ yum beson kalau abi belom pulang juga, kamu tolong keluar lihat bantuan datang tidak. Kita sudah tidak punya makanan untuk di makan” Ujar umi. “ iyaa umi, aku akan keluar umi tetap di sini sana dengan acmad.” Jawabbku. Keesokan hari nya setelah melaksanakan solat Subuh aku keluar menuju masjid terdekat. “ mungkin saja masih ada orang yang masih Belom selesai solat” batinku. Aku berdiri terpaku di pilar masjid menunggu Seseorang yang keluar dari masjid. Menunggu seseorang untuk meminta makanan Untuk adik dan ibukku. Terlihat 4 orang pemuda dan 1 orang tua Bersamaan keluar dari salam masjid, aku langsung menghampiri mereka. “ maaf tuan… saya ibu dan adik saya sudah tidak memiliki makanan di dirumah. Ayah saya tidak kunjung pulang dalam seminggu ini. Adakah tuan tuan mempunyai sesuatu yang bisa kami makan?”. Tampak mereka mengerutkan dahi lalu bertannya. “ Dimana rumah mu? Dan siapa nama ayah mu?” Dengan aksen bahasa arab yang aneh menurutku, Seperti tidak fasih. “ rumah ku di ujung sana dan nama ayah ku, abizzar bisyir arazzzi.” Kemudian orang orang tersebut mengajakku ke rumah tidak jauh hanya sekitar seratus meter dari lokasi masjid tersebut. “ hanya ini yang dapat kami berikan, sekantong berisi s**u , telur dan gandum.” Ujar peria yang lebih tua. “Alhamdulilah tuan sungguh aku benar benar Berterima kasih semoga allah membalas Semua kebaikkan mu.” Ucap ku dengan rasa syukur. “Seperinya aku pernah mendengar nama ayahmu, Sebaiknya kau ke rumah sakit atau ke posko Relawan… cari lah ayah mu.” Ujar orang itu. “Iyaa tuan setelah saya meletakkan makanan ini dirumah saya akan mencari ayah saya” Dengan penuh rasa bahagia aku pulang dengan membawa bahan makanan. Mungkin ini rasanya Seorang laki laki membawa pulang nafka untuk keluarganya. Batinku Ibu dan adikku yang melihat ku pulang dengan membawa makanan, menyambut dengan penuh suka cita. “Alhamdulilah..” ucap umi. “ umi akan membuat makanan dari bahan ini dulu kalian duduk lah sambil baca al qur’an” ucap umi. “ umi aku ingin ke posko. Kata orang yang memberikan aku makanan Ini, aku harus mencari abi. Kalau watu satu minggu tidak pulang itu waktu yang lama untuk abi tidak pulang.” Ucapku. “ baikklah jangan lama lama yumm.. kamu kamu belom makan sejak semalam” ujar umi. “ baik..umi” Setelah berpamitan aku langsung mencari keberadaan posko, relawan kemanusiaan. Setelah bertanya ke beberapa orang akhirnya aku menemukan posko tersebut. “ maaf.. saya mencari ayah saya, apakah tuan tuan dapat membantu saya mencarinya? Sudah satu minggu ayah saya belom pulang.” “ siapa nama ayah kamu saudariku?”. “Abizzar bisyir arazzzi tuan” Terlihat mereka membolak balikkan buku catatan. “ inalillahi… maasayaallah ayah kamu telah syahid wahai saudariku. Beliau sudah pulang empat hari yang lalu. Jenazah nya sudah di makamkan berdama mijahid yang lainnya…” ucap seorang pemuda yang tak lain adalah relawa. Kaki ku mrnggetar mendengar perkataannya. Antara percaya dan tidak percaya aku mendngar nya. Bagaimana nasib ibu dan adikku kalau ayah ku tidak ada. Batinkku. Air mataku tidak bisa aku bendung lagi, aku menutup wajah ku dengan air mata yang mengalir deras. Para relawan tersebut sedih melihat ku menangis, sambil membawa selimut menutupi tubuhku. Dia berkata dengan temannya mengunakan bahasa asing yang tidak amu mengerti sama sekali. Dia membawa satu kardus ntah apa isinya aku tidak tahu. “ mari adik, saya antar ke rumah mu, biar saya yang menjelaskan nya pada ibumu.” Ucapnya Dengan aksen bahasa arap yang tidak fasih. Bersama nya aku pulang menuju rumahku, sepanjang pulang menuju rumah ku. Pemuda itu tidak hentinya menghibur dan memberikan semangat pada ku yang di landa kesedihan. “Sabar saudari ku pertolongan allah pasti akan datang. Tetap lah tegar menjalanin ujian hidup. Tidak ada manisia yang bahagia di dunia ini. Semuanya dalam ujian masing masing”. Ucapnya berusaha menghibur dan menguatkan aku. Kami pun sampai di rumah aku langsung berlari dan memeluk umi.. Terlihat umi pun menangis seolah olah dia tau apa yang terjadi dengan abi sudah tidak ada. Relawan itu hanya menatap aku dan umi yang menangis berpelukkan. Terlihat adikkh yang tidak tahu apa apa membuka kardus yang di bawakan relawan tersebut. “ umii ini apa di dalamnya? mainan apa makanan” Tanya adikku sambil mengangkat kaleng ikan tuna yang segar. “Makanan nak bukan mainan”. jawan umi sambil menguasap air matanya mengunakan hijabnya Kami duduk di lantai beralaskan tikar tebal seperti karpet. Relawan tersebut menjelaskan tentang ayah ku yang sudah meninggal. Umi hanya bisa mengusap air matanya. “Apakah tuan dari indonesia?”. Tanya umi. “Iyaa buu saya dari indonesia” jawabnya. “Aku tau dari kamu berbicara, bangsamu bangsa yang baik. Dari saya gadis sampai sekarang, bahkan ayan saya dan kakek saya pun sesalu menceritakan bangsamu. Sampaikan salam kami untuk indonesia yang sudah membantu kami di sini”. Ujar umi. “Iyaa.. bu selalu saya sampaikan.” Ucapnya. Setelah itu, para relawan pun pamit pergi. Aku pun menutupi wajah ku dengan selimut sambil menanghis. Ku lihat umi yang duduk tersandar di pintu menatap kosong dengan air mata yang berciucuran.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.3K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
641.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook