02

695 Words
Happy Reading! Suara lolongan serigala menggema memenuhi rumah besar hingga semua penghuni utama bisa mendengarnya. Bahkan Sarita segera bergerak keluar dari kamarnya. Suara seperti itu hanya terdengar saat para serigala memadu kasih dengan pasangannya. Hanya saja kenapa suara seperti itu bisa ada di rumahnya mengingat putranya sampai kini belum bertemu dengan pasangan sejatinya. "Nyonya Sarita." sapa Adam. Dia adalah kepala penjaga di rumah besar. "Apa kau juga mendengarnya, Adam?" tanya Sarita. "Semua Serigala di rumah ini mendengarnya, nyonya. Suaranya berasal dari kamar tuan Sagara." beritahu Adam. Dia baru saja kembali setelah memeriksanya, hanya saja tidak tahu serigala betina mana yang menjadi pasangan sejati tuan Sagara. "Benarkah?" kaget Sarita lalu bergegas menuju kamar putranya. Dari luar, ia bisa mendengar dengan jelas suara desahan dan gerakan percintaan. Bahkan terkadang ada suara benda-benda jatuh dan jeritan kesakitan. "Serigala betina mana yang ada di dalam? Apa ia berasal dari suku serigala gunung?" tanya Sarita. Karena tidak ada suku serigala kota yang bisa menjadi pasangan putranya maka Sarita meminta Sagara untuk pergi ke gunung dan menemukan pasangan sejatinya di sana. "Saya tidak tahu, nyonya besar. Hanya saja aroma ini tidak seperti suku serigala manapun." ungkap Adam membuat Sarita melotot lalu mulai mengendus aroma yang berasal dari kamar putranya. Tercium aroma serigala yang kuat dari dalam tapi Sarita tak bisa mengetahui asal dari pasangan sejati putranya. "Tetaplah berjaga di sini! Jangan sampai ada yang mengganggu putraku dan pasangannya." titah Sarita pada Adam lalu kembali ke kamarnya. Pagi harinya, Sarita yang baru saja bangun dan ingin ke kamar putranya malah bertemu dengan seorang pelayan. "Siapa yang mengijinkanmu masuk rumah besar?" marah Sarita. Bukankah para pelayan sudah diminta kembali ke bangunan belakang dan jangan memasuki rumah besar sebelum dipanggil. Lalu kenapa ada pelayan yang berani melanggar. "Nyonya, maafkan saya. Tapi--" "Adam." panggil Sarita membuat pria yang dipanggil segera mendekat. "Iya, nyonya besar?" "Singkirkan pelayan ini!" titah Sarita membuat Niah segera bersujud. "Maafkan saya, nyonya. Saya tidak bermaksud melanggar larangan nyonya tapi putri saya hilang. Tadi pagi saat saya memeriksanya, Delia tidak ada di kamarnya. Mohon nyonya bisa membantu sayaa.." ucap Niah dengan suara bergetar ketakutan. Sarita menatap pelayan itu lalu mengernyit."Putrimu hilang?" "Benar, nyonya. Tolong bantu saya, nyonya. Delia adalah putri saya satu-satunya dan---" "Cukup!" potong Sarita lalu meminta Adam menyeret pelayan itu keluar dari rumah besar. "Nyonya maafkan saya.." teriak Niah namun Adam segera menyeret tubuh kurus itu dan melemparnya keluar. Sedang Sarita sendiri segera melangkah menuju kamar putranya. Ia mengangkat tangan dan membaca sebuah mantra hingga akhirnya pintu itu terbuka. Hal pertama yang Sarita lihat adalah Sagara sedang memakai pakaiannya. Putranya itu kini nampak sangat gagah karena telah berhasil membuahi pasangannya. Sekarang hanya tinggal menunggu waktu sampai bayi serigala kecil terlahir ke dunia. "Mama harusnya mengetuk pintu." tegur Sagara tanpa menoleh. "Maaf, mama hanya terlalu senang karena akhirnya kamu bertemu dengan pasangan sejatimu." ucap Sarita lalu membeku saat melihat keadaan kamar yang berantakan. Ada pecahan barang dan robekan pakaian di mana-mana. Sagara berbalik lalu menatap mamanya."Bisa mama berikan ramuan penyembuh padaku." "Untuk apa? Apa kau terluka saat di gunung?" tanya Sarita cemas lalu segera memeriksa keadaan putranya. "Tidak. Pasanganku yang terluka." tunjuk Sagara pada seseorang yang berada di tempat tidurnya. Sarita langsung tersenyum."Obat penyembuh hanya untuk luka besar sedang kelelahan karena b******a hanya perlu istirahat saja." "Tapi pasanganku terluka." ucap Sagara membuat Sarita menggeleng pelan. Ternyata benar, jika serigala jantan bertemu pasangannya maka dia akan sangat mencintainya. "Tenanglah. Setelah istirahat, pasanganmu akan baik-baik saja." ucap Sarita lalu bergerak melihat pasangan putranya, namun saat ia menarik selimut--- "Arghh!" jerit Sarita lalu segera menatap sang putra."Ini manusia, bukan serigala." Sagara mengangguk membuat Sarita menggeleng lalu melihat keadaan manusia yang tadi malam putranya tiduri. Ada banyak luka cakar dan juga darah disekujur tubuh. Dan yang lebih mengagetkan lagi, bahwa manusia yang tidur dengan putranya adalah Delia. Anak dari pelayan yang tadi mengaku bahwa putrinya menghilang. Sarita menutupi tubuh Delia dengan selimut lalu memanggil Adam dan meminta pria itu untuk menjemput tetua serigala. Sejujurnya Sarita tidak pernah mendengar bahwa serigala bisa berpasangan dengan manusia. Tapi apa yang terjadi dengan putranya juga nyata. Sagara tidak pernah bisa menyentuh serigala betina tapi malah tidur bersama manusia. Lalu apakah mungkin bahwa seorang manusia bisa melahirkan keturunan serigala? Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD