Happy Reading!
Brukk
"Ibu!" kaget Delia saat ibunya hampir jatuh.
"Tidak papa, ibu hanya sedikit pusing." ucap Niah lalu kembali berdiri.
"Tidak. Ibu istirahat saja, biar sisanya aku yang bersihkan." tegas Delia lalu segera mengantar ibunya kembali ke bangunan belakang.
"Tapi ada banyak barang yang harus dibersihkan." ucap Niah. Ia tidak mungkin biarkan putrinya bekerja sendiri.
"Ibu tenang saja, aku bisa membersihkannya sendiri. Lagipula besok aku tidak kuliah jadi bisa bekerja lebih lama." ucap Delia lalu membantu ibunya masuk kamar.
"Baiklah, jika lelah segera panggil ibu. Biar ibu yang bersihkan sisanya."
"Tidak akan. Ibu istirahat saja." ucap Delia lalu segera kembali menuju dapur.
Di sana ia mulai mencuci piring dan peralatan masak lainnya. Awalnya memang berjalan lancar sampai akhirnya Delia mendengar suara lolongan serigala.
Harusnya tidak ada serigala di sini tapi suara itu sering sekali terdengar malah kali ini terasa jelas sekali.
Delia sebenarnya bukan tipe yang penakut tapi mendengar suara serigala sekeras itu tetap saja ia merinding.
"Ehem.."
Pranggggggg
Lima piring langsung meluncur bebas dari tangan Delia dan pecah di lantai.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Sagara panik lalu segera maju dan menggendong tubuh pasangannya.
"T-tuan?" kaget Delia. Kenapa tuan Sagara tiba-tiba saja menggendong tubuhnya.
"Apa kamu terluka?" tanya Sagara lalu segera membawa tubuh manusia itu menuju tempat yang aman.
"Tuan, tolong turunkan saya." pinta Delia.
Sagara menurunkan tubuh pasangannya di kursi.
"Kamu tidak terluka kan?" tanya Sagara lalu menyentuh kaki pasangannya.
"Tuan, hanya ada luka kecil dan---APA YANG TUAN LAKUKAN?" tanya Delia panik saat ujung kakinya yang terluka dijilat oleh tuan Sagara.
"Menyembuhkan lukanya." sahut Sagara membuat Delia segera menarik kakinya. Mana ada menyembuhkan luka dengan cara dijilat, apa tuan Sagara gila?
Tapi---
Delia melotot saat luka di kakinya hilang. Aneh sekali.
Tuan Sagara tersenyum membuat Delia semakin dibuat bingung. Pria itu menggendong tubuhnya, menjilat kakinya dan sekarang malah tersenyum.
"Pasanganku sangat cantik." puji Sagara.
"A-apa maksud tuan? Pasangan apa?" tanya Delia pelan.
Sagara segera berdiri dan menggendong tubuh Delia menuju kamarnya.
"Apa yang tuan lakukan?" teriak Delia panik.
"Tuan mau bawa saya ke mana?" jerit Delia lalu meminta tolong. Namun meski tenggorokannya lepas pun tidak ada yang datang membantunya.
Begitu tiba di kamar, Sagara segera menurunkan tubuh pasangannya di atas tempat tidur lalu menutup dan mengunci pintu dengan kekuatannya. Malam ini tidak akan ada yang bisa menganggunya.
"Arghhh tolonggg.." jerit Delia saat tuan Sagara menindih tubuhnya.
"Malam ini, kita akan kembali menyatu pasanganku." bisik Sagara lalu segera menyambar bibir Delia.
Delia yang merasa terancam langsung saja memberontak. Ia memukul dan menendang tubuh pria di atasnya namun sia-sia saja. Tubuh tuan Sagara sangat kokoh hingga tidak bergeser sedikitpun meski Delia sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk melawan.
Sagara yang sudah tidak bisa menahan diri langsung saja melumat bibir pasangannya dengan rakus. Lidahnya menerobos masuk ke mulut pasangannya dan bermain dengan sangat lihai. Dia mencium, melumat dan menghisap bibir pasangannya layaknya serigala kelaparan yang baru saja mendapat mangsa.
"Sial!" maki Sagara lalu segera bangkit dan merobek pakaiannya sendiri.
Delia yang melihat itu segera bangun dan mencoba kabur namun belum sempat turun dari tempat tidur, tubuhnya sudah ditarik dan kembali dihempaskan ke atas kasur.
"Tuan saya mohon.. Tolong lepaskan sayaa tuan." pinta Delia memelas namun Sagara malah menyentuh pakaian wanita itu kemudian dalam satu tarikan langsung merobeknya.
"Tuan!" jerit Delia lalu menangis saat tubuhnya ditindih dan disentuh tanpa ijinnya.
Beberapa saat kemudian.
Suara lolongan serigala langsung memenuhi seluruh rumah mewah hingga membuat Sarita yang sedang membaca buku langsung terkejut.
"Sagara." gumamnya lalu segera melangkah keluar dari kamarnya.
Sarita berlari menuju kamar putranya dan dengan mantra langsung membuka pintu.
"Sagara!" bentak Sarita membuat Sagara yang sudah sepenuhnya berubah menjadi serigala kembali merubah wujudnya.
Nafsu yang semula tinggi perlahan mereda, Sagara sudah sepenuhnya menyadari apa yang dia lakukan.
"Mama.." panggil Sagara lalu menatap ke arah tempat tidurnya. Di sana ada wanita yang terbaring dengan tubuh dipenuhi lebam dan luka.
"Ingatannya harus kembali dihapus." ucap Sarita lalu kembali meminta Adam untuk memanggil tetua datang.
Sagara segera mendekati pasangannya lalu melayangkan satu kecupan.
"Kau melihatnya kan? Manusia dan serigala tidak akan bisa bersatu. Jika kau memaksa maka manusia itu akan mati," ucap Sarita lalu berbalik. "Setelah ini kau harus pergi ke gunung dan mencari serigala betina. Mama dengar ada betina cantik yang baru muncul dan ia ditakdirkan melahirkan serigala terkuat. Jika itu benar, maka betina itulah yang akan menjadi pasanganmu."
Sagara hanya diam dengan mata berkilat marah. Bagaimana mungkin ada serigala yang punya dua pasangan?
Bersambung