
Kemarahan Suami
" Aisah JAWAB!!!, Benih siapa dalam tubuh mu"Aisyah hanya bisa menudukkan kepala saat Dirga suami Aisyah murka melihat benda kecil tergeletak dekat di rak sabun kamar mandi. Ya benda yang pernah membuat nya sangat bahagia 13 tahun silam.
Benda yang membuktikan kalau dia akan jadi seorang ayah.
" AISHAAH !!! harus aku mengulang pertanyaan yang sama" Aishah hanya menjawab pertanyaan Dirga dengan air mata yang menggenang, semakin lama tangis nya semakin pilu. Tangis penyesalan, Tangis rasa bersalah dan tangis merasa berdosa sekaligus takut menghadapi kenyataan yang sudah di depan mata.
" Aku tak butuh tangis mu aish!! " Dirga membentak dan melempar piring yang berisi ikan yang baru selesai di goreng Aisyah. "PRAAANGGH" piring melayang pecah tak beraturan, kaca bertebaran kemana mana, ikan dalam piring pun ikut bersayap dan terbang akhir nya memilih mendarat di lantai. Kucing melihat ikan yang tergeletak tak berdaya lansung ambil kesempatan mencomot ikan dan berlari.
Ya, Suami mana yang tidak murka. Empat bulan di kota lain habis memeras keringat dan membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga mencoba membuat anak dan istri bahagia . Rindu tiap kali menerpa tapi hanya berbalut air mata, Rindu Istri, anak, ah semua nya.
Suami Aishah adalah seorang ahli bangunan profesional, tak ada hari libur nya kecuali minggu, belum rampung satu proyek di kerjakan datang lagi dua proyek menunggu giliran. Dirga sudah terkenal kehebatan nya membuat bangunan tak jarang ya kerja di luar kota untuk waktu yang cukup lama.
' BUG' "BUG" dinding papan dapur rumah semi permanen jadi pelampiasan amarah nya. Entah berapa kali dinding tak bersalah itu di tinju Dirga. Tangan Dirga berdarah tertusuk serpihan papan yang jebol karna tak kuat menahan beban.
Rindu yang selama ini dia tahan, berharap semua bisa reda dengan bertemu anak dan istri tercinta.
Tapi kenyataan berkata tak sesuai harapan, ya istri nya Aishah hamil dan dia sangat sadar hari dia berangkat keluar kota untuk bekerja istri nya sedang menstruasi. Dia sadar kalau janin yang di kandung istri nya bukan benih nya.
Lelaki manapun di dunia ini tidak rela milik nya di ambil oleh orang lain. Tak rela sedikit pun wanitanya di sentuh orang yang berjenis kelamin sama dengan nya. Siapa pun orang nya, dari mana asal nya akan mempunyai prinsip dan rasa yang sama.
Aisyah duduk di pojok tak berani mengangkat kepala untuk menjawab pertanyaan suami nya, bahkan untuk melihat saja dia tak sanggup. Jika lantai ini berlubang ingin dia melompat agar hilang dari hadapan Dirga, hilang dari muka bumi ini.
Dirga menghampiri Aishah yang masih duduk di pojok dapur. Dirga duduk tepat di depan depan istrinya, kini posisi mereka berhadap-hadapan.
Aishah masih menundukkan kepala, aiar mata penyesalan masih di sana. Dirga meraih kedua tangan Aishah dan menggenggam nya.
" Lihat aku aish" cicit nya ,Aisyah masih menunduk. " Aish lihat aku " Dirga mengulangi dengan suara serak menahan sesak di dada, kecewa, marah, rasa di khianati dan rasa rendah sebagai lelaki rasa bersalah sebagai suami yang tak pandai menjaga istri.
Aishah mulai mengangkat kepala nya perlahan. Melihat darah bercucuran di tangan suami ada rasa iba teramat sangat tapi dia tak bisa berbuat banyak
" Aish apa salah ku, apa kurang ku"
kurang kah usaha ku untuk membuat kalian bahagia, ?
Malas kah aku bekerja?
Kurang kah nafkah lahir dari ku ?
Kurang ah kasih sayang dari ku sehingga
ini balasan mu"?
Ada kah aku bermain dengan wanita lain sehingga kau membalas nya?
Adakah seperti suami lain yang kerja main judi atau main game seharian dan istri yang menjadi tulang punggung ?
Dirga bertanya pilu dengan suara nya menyayat hati. Aishah menundukkan kepala semakin dalam dengan air mata menganak sungai timbul rasa iba dengan orang yang memperjuangkan hidup nya selama ini. Orang yang selalu mengorbankan kebutuhan nya demi keinginan dan kebahagian Aisyah.
" Kamu tahu Aishah bahkan sangat mengetahui ,
yang mana penghasilan ku untuk menyenangkan diri ku sendiri?,
apa yang telah ku beli untuk pribadi ku? bahkan pakaian pun kamu yang kamu membelikan, semua gaji ku untuk mu selain untuk makan dan bensin."
Tangis Dirga pecah dan pilu, " aku gagal aishah, aku gagal jadi suami, aku gagal membuat mu bahagia sehingha kamu mencari kebahagian lain selain dariku"
"Aku salah Aishah karna terlalu mempercayai mu, aku salah selalu menuruti keinginan mu" Dirga menyesal terlalu menuruti keinginan istri cantik nya itu. Benar, Dirga tidak tega menolak permintaan atau ajakan Aisyah jika menginginkan sesuatu.
Seingat Dirga dulu istri nya tidak seperti ini sebelum mempunyai benda pipih yang memiliki banyak fungsi ini. Aishah adalah istri dan Ibu yang baik untuk Dirga suami dan ketiga anak nya walaupun telah beranak tiga Aishah tetap cantik dengan tubuh bak model dengan kulit putih nan mulus.
Semenjak dibelikan benda pipih dan mengenal sosial media apalagi aplikasi bernama t****k membuat dia ta

