Arsean Point Of View.
Saat ini aku sedang berada di sebuah ruang Makan bersama Qilo yang berada di depanku, yang sedang asik menikmati kue kiriman dari selena.
Dengan gemasnya aku melihat ia hampir menghabiskan Kue sebanyak lima buah. Ya tuhan.. Apa ia tidak ngilu memakan kue sebanyak itu? Bagaimana jika gusinya sakit?
"Qilo, come on jangan terlalu banyak memakan cake itu" sergahku saat mataku menangkap pergerakan dari tangan mungil anakku sendiri yang akan mengambil sebuah cake rasa coklat kesukaannya again!
"Dad, cobaolah, cue iny shangat lezat" ucapnya dengan mulut penuh.
"Makan dengan baik Qilo, aku tidak suka jika kau berbicara dengan mulut penuh dengan makanan" dan aku lihat ia hanya cemberut dan dengan cuek nya ia memakan makanannya kembali.
Anak ini,
"Dad, kau tidak ingin mencobanya?" tanyanya saat aku sedang sibuk memperhatikan dirinya lagi.
"Tidak, makanlah sesukamu setelah itu kau harus segera menyikat gigimu" balasku juga langsung mengingatkannya.
Dan ia hanya mengangguk.
"Sudah menggosok gigimu?" tanyaku saat aku memasuki kamar anakku sendiri.
Dan Qilo hanya mengangguk, tampan sekali.
"Sudah dad, apa ada yang ingin di sampaikan padaku?" tanya nya, Godboy, bahkan aku saja belum mengutarakan apa maksudku padanya.
"Kau sangat pintar sekali, daddy menyayangimu" seruku segera melangkah dan terduduk di ranjangnya dengan ia berada di sampingku.
"Qilo juga sayang daddy, apa daddy datang hanya untuk memarahi Qilo?" tanyanya kembali dengan pandangan lugunya membuatku tediam sesaat dan ucapan selena siang tadi terngiang kembali di telingaku.
Bagaimana bisa aku melupakan perkembangan anakku sendiri? Yatuhaaann.. Ayah macam apa aku ini? Bahkan aku sangat tidak cocok jika di panggil seorang daddy.
"Bagaimana bisa Qilo mempunyai pemikiran bahwa daddy akan memarahi Qilo?" tanyaku pada anakku sendiri dan langsung mendudukannya diatas pangkuanku.
Dan dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya, aku hanya tersenyum gemas melihat tingkah bocah ini.
"Jujur kepada daddy, apa kau berbuat suatu kesalahan?" tanyaku kepadanya
Hening sesaat, namun Qilo langsung mengangguk
"Qilo menghajar teman Qilo dad" ujarnya sangat pelan,
Membuat segurat senyuman berhasil terbit di bibirku.
"apa yang Qilo lakukan saat menghajar teman sekelasmu?" tanyaku kearahnya yang kini kurasakan tubuhnya menegang.
"Tidak apa sayang, coba jelaskan kepada daddy?, daddy ingin mengetahuinya" bujukku kembali
Dan ia mulai angkat bicara, dengan bibirnya yang mengerucut bulat dengan sempurna.
"Qilo mengahajarnya dengan memukul wajahnya daddy, maafkan Qilo" jujur anakku dengan menundukan kepalanya tak berani untuk menatapku.
"Apa alasannya Qilo berani memukul anak itu?" tanyaku kembali dan mengangkat wajahnya agar aku bisa melihat dia.
"Karena ia mengejek Qilo dad, dia bilang jika Qilo tidak mempunyai mom, dan dia bilang Qilo tidak pernah merasakan kasih sayang dari momy dan pelukan hangat dari momy" ucapnya membuat hatiku terasa diremas, maafkan aku Qilo, akulah penyebab ibumu meninggal, maafkan aku..
"Tapi Qilo saat ini senang daddy" lanjut ucapannya dengan menggantung, membuat alisku tertaut
"Apa yang membuatmu senang?" tanyaku
"Bibi Qila bersedia untuk Qilo anggap seperti momy Qilo sendiri daddy" dan itu terjadi hanya pada Qila,
"Bagaimana dengan momy lici?" tanyaku lagi
"Momy lici selalu ada di hati Qilo, momy lici udah sama tuhan daddy, jadi momy akan menjaga Qilo bareng sama tuhan" balasnya membuat hatiku terenyuh, kenapa anak sekecil Qilo sudah pandai dalam berdialog? Pandai untuk menenangkan hatinya sendiri? Bahkan aku saja belum bisa untuk menenangkan hatiku sendiri.
"Anak pintar, dad selalu sayang padamu Qilo, jangan jadi anak nakal, apa kau juga menyayangi daddy? Bibi Qilamu? Dan momy lici?"
"Iya dad, Qilo sangat menyayangi daddy, bibi Qila, dan juga Momy lici" ungkapnya
"Jika begitu, buatlah kami bangga memilikimu nak, jangan jadi anak yang nakal, no badboy yes godboy!, kau juga harus jadi anak yang pintar, jangan terlalu mengandalkan fikiranmu, dan ingat bahwa hatimu juga harus ikut andil."
"Kau boleh menghajarnya, namun dalam situasi bagaimana dulu, hingga kau tahu alasan yang tepat untuk menghajarnya, terkadang kita harus membela harga diri, memperjuangkan sesuatu milik kita, atau menjaga orang orang yang kita sayangi."
"Baru kau bisa menghajarnya, itupun jika kau bisa berfikir dengan kepala dingin kenapa tidak dengan cara itu saja? sehingga kau tidak perlu lelah untuk mengeluarkan tenagamu. Kau mengerti dengan ucapanku?" ucapku untuknya dan ia hanya mengangguk sebagai pernyataannya.
"No badboy yes godboy daddy, Qilo akan selalu ingat ucapan daddy" serunya sembari tersenyum manis.
"Anak yang baik!" aku langsung mengelus puncak kepalanya dan mengecupnya berulang kali.
"Yasudah, kita terlalu banyak bicara, ini sudah waktunya kamu tidur. Goodnight sayang, aku sangat menyayangimu" ucapku sembari membaringkan tubuh ringkih Qilo di ranjangnya, menyelimutinya, mengecup dahinya, setelah itu aku matikan lampunya dan digantikan oleh lampu tidur yang indah.
~°°°~
Setelah aku berhasil me-nina bobokan Qilo, aku langsung beranjak pergi melangkah kedalam kamarku sendiri, kamar yang terasa sunyi bertahun tahun lamanya tanpa kehadiran istri tercintaku.
Tanpa fikir panjang aku langsung memasuki toilet yang berada di kamarku, menyikat gigi dan mencuci wajahku, kupikir itu ide yang bagus. Dan se-kembalinya kedalam kamar, dengan pakaian tidur yang sudah menempel di tubuh, tak sengaja mataku menangkap sebuah amplop coklat yang masih terbungkus rapi tergeletak di atas nakas itu. Cih! Bagaimana bisa aku melupakan berkas itu.
Disana tertulis sebuah nama yang saat ini sudah tidak asing lagi dimataku.
Ny. SelenaQila alinson.
Dan aku langsung membawa berkas itu keranjangku dan membukanya disana.
Riwayat Hidup
Ny. Alinson.
Nama. : SelenaQila alinson
Putri dari : jason jack alinson & Anita arega.
Bersaudara : mempunyai satu adik perempuan
Bernama : kylie arega.
Kelahiran : 1 januari 1995.
Berkebangsaan : indonesia
Berdarah : amerika, italy & indonesia.
Tinggal dalam sebuah plat yg cukup besar.
Alamat : bukit thamrin, apartemen 2032
Nomor yg dapat di hubungi : 08882060178.
Pendidikan ;
The first school : high school star Quality indonesian.
Jhs : luke's high school -england.
Shs : brook'lyn high school - england
University : University harvad.
Faculty : business and management
Hoby : cooking, music playlist, and reading.
Bercita-cita : membangun sebuah rumah singgah, untuk anak anak yang tidak mampu menuntut ilmu,
Sangat menyukai anak kecil
Kisah kehidupannya,,
SelenaQila yang akrab dipanggil selena, ia korban dari perceraian kedua orangtuanya.
Orangtuanya berpisah saat ia berumur 12 tahun, dan Hak asuhnya dan adiknya itu jatuh kepada tangan Anita arega, dan selena beserta sang adik kembali terbang ke negara asal ibunya, yaitu American, tepatnya di kota indah Las vegas.
Saat ini selena Bekerja di sebuah perusahaan terbesar di asia, yaitu adalard Company.
Dan Ia masih bersetatus lajang, namun terlihat sedang dekat dengan teman seuniversitasnya.
Mantan kekasih selena saat ini adalah :
Georgi. Lelaki yang sangat tergila gila kepadanya, dan;
Gueilermo Lelaki tampan yang kini sudah menjadi temannya kembali setelah mereka putus.
Memiliki teman yang bernama :
Clara anathompson : gadis cantik yang sangat dekat dengannya, sekaligus sahabatnya
Nomor yang dapat dihubungi : 0823456+++++
Ghea diandra : sahabat dari Ny. Selena
Nommor yang dapat dihubungi : 0819876543++
Ia memiliki kemampuan ilmu beladiri, dengan sabuk hitamnya. Dan ia bukan wanita yang lemah.
Bahkan georgi, hampir mati ditangannya, namun georgi tidak pernah ada kapok untuk merebut hati selena Kembali.
Sekian,,
Semoga anda puas dengan hasil kerja kami
Wanita yang sempurna.
Aku semakin tertarik saja kepadanya,
Oh ohh dan lihatlah, bahkan tanggal dan lahirnya sama sekali dengan tanggal dan bulan lahir Qilo.
Setelah selesai membaca, aku langsung menyimpan surat itu di dalam nakas, siapa tahu nanti aku sangat membutuhkannya.
Dan kembali menaiki ranjang untuk membaringkan tubuhku yang sudah letih ini.
~°°°~
Seberkas sinar mentari, kurasakan telah masuk melalalui celah tirai yang tergantung indah di depan jendela kamarku.
Nggghh.
Mataku langsung menatap kearah jam dinding yang tergantung indah diantara hiasan hiasan dinding kamar, saat ini jarum pendeknya sudah menunjuk kearah pukul enam pagi.
Yatuhan, baru pukul enam saja matahari sudah terlihat terang.
Sesaat aku duduk diatas ranjang, dan kembali sadar bahwa aku harus membangunkan Qilo dari tidurnya.
Aku langsung melangkahkan kakiku kearah kamar Qilo.
Toktoktok.
"Sayang, apakah kau sudah bangun?" tanyaku dari luar dan yang kudengar hanyalah erangan kecil dari dalam, itu artinya Qilo belum juga terjaga.
Ceklek.
"Yatuhan, Qilo. Ayo bangun kau harus segera mandi, dan pakailah seragammu, jika tidak ada bibi, aku akan memasakan sesuatu untuk mu oke?" kataku sembari menepuk nepuk pelan pipi gembil anakku yang masih terlelap dalam tidurnya, dan setelah ia mengangguk aku kembali turun kebawah dan memasuki dapur yang disana sudah terdapat bibi nyla.
"Morning bi" sapaku tiba tiba
Dan kulihat ia sedikit terkejut.
"Ahh aden menganggetkan bibi saja" serunya, dan aku hanya tersenyum.
"Apa yang bibi buat? Aku kira hari ini bibi tidak akan datang"
"Selamat pagi tuan, bibi sudah membuatkan roti bakar kesukaan kalian, bagaimana?" tanyanya sembari menunggu roti itu keluar dari toaster.
Dan aku hanya mengangguk dan kembali melangkah menuju kamarku.
Bersiap-siap untuk berangkat ke kantor,
*@*@*@*
"Ayo cepat habiskan makananmu Qilo" seruku kepada anakku
"Iya dad, apa dady tidak sarapan?" tanya nya kearahku.
"Biar dady sarapan di kantor saja, apa kau sudah selesai?" tanyaku kearahnya
Dan kulihat ia mengangguk, lalu kami berjalan kearah mobil untuk mengantar Qilo kesekolahnya.
Aku mengantarkan Qilo tepat di depan gerbang sekolahnya ini.
"Sudah sampai boy," seruku
Dan Qilo tersenyum, mengecup pipiku dan langsung turun dari mobil.
"See you daddy" salamnya sebelum ia benar benar pergi dari pandanganku
"See you too baby boy"
dan kulihat ia segera memasuki sekolahnya, berjalan kedalam lorong bangunan itu sampai sosoknya tak terlihat lagi oleh mataku.
Dan akupun langsung saja menjalankan mobil ini untuk segera menuju kantor.
Jalanan hari ini terasa begitu lenggang dan aman dari pohara kemacetan di ibukota.
Hingga aku bisa lebih pagi sampai di pelataran kantor ini, tidak sedikit pula orang yang menyapaku dengan senyuman dan juga wajah yang amat rrr ntahlah.
"Selamat pagi pak" seru seseorang disaat aku akan memasuki ruanganku sendiri. Kepalaku secara refleks mengarah kearah orang tersebut.
Dia memakai pakaian yang sangat sopan, tapi tetap saja terlihat luar biasa menurutku, dengan wajahnya yang natural, rambut di gerai curly, membuat aku semakin terpesona.
"Ahh ya, selamat pagi selena" seruku membalas sapaannya, seraya kembali melanjutkan aktifitasku yang akan memasuki ruangan.
Di dalam ruanganku sendiri, aku segera membuka laptop dan mulai kembali terjun pada berkas-berkas yang sudah bertumpuk rapi, secangkir kopi yang masih mengepulkan asapnya tak lupa dengan beberapa helai roti gandum yang sudah terpanggang sempurna.
Perfect.
Have a nice day sean, Sepertinya hari ini kau akan sangat sibuk.
~°°°~
Dan tidak terasa, saat pandanganku tertuju kearah sudut dinding, disana jam sudah menunjukan waktu kepulangan Qilo.
Secara refleks tanganku menggapai iphone yang sedaritadi bersarang di saku celanaku, untuk menghubungi salahsatu penjaga yang akan menjemput anakku.
Toktoktok..
"Ya, masuk saja" ucapku setelah mematikan sambungan telpon tadi.
Ceklek
Pandanganku teralihkan kepada selena yang sedang tersenyum, dan kembali masuk kedalam ruangan.
"Maaf pak, waktunya makan siang. Apa ada yang ingin di pesankan atau ingin di datangi? Biar saya booking tempat dan makanannya" ujarnya kepadaku dengan sangat sopan.
"Mm, saya rasa akan mendatangi Restoran jepang saja. Kamu boleh menemani saya selena" balasku dan berdiri, lalu hendak memakai kembali jasku yang tersampir di bahu kursi dengan dibantu selena.
"Baiklah, ayo" ajakku padanya yang kini hanya mengangguk dan ikut berjalan bersama.
Apa yang terlintas di benakku memang sulit untuk di prediksi, sebelumnya aku hanya ingin memakan masakan italia yang sepertinya akan menggugah selera dan juga dapat memuaskan dahagaku.
Namun, entah mengapa saat ini sepertinya aku sangat mendamba dambakan sup kari yang sangat kental dan juga nikmat begitu di cecap, rasanya seperti meleleh di lidahku. Dan aku sedang ingin menikmati karaage yang renyah dan juga crispy rasanya..
Ah sudahlah, ramen juga kelihatannya sangat lezat.