"Halo?"
...
"Kenapa lama mengangkatnya?"
...
"Yatuhan,, sorry gue gak tahu kalo lo habis ena-ena an"
...
"Gue pengen ketemu, gue pengen minta bantuan lo"
...
"Carikan informasi tentang seseorang"
...
"Namanya bakalan gue WA"
...
"Oke waktu makan siang harus sudah sampai di gue"
..
"Yeah"
Tut..
Panggilan itu kembali dimatikan, dan kini iphone yang masih ia genggam, kembali disimpan diatas mejanya saat ia mendengan ada sebuah ketukan di pintu.
"Masuk" intrupsi dari sean dengan sedikit merapikan pakaiannya agar selalu terlihat rapi.
Ceklek..
"Maaf pak, diluar ada seseorang yang sedang menunggu bapak" seru seseorang Yang kini masih berdiri diambang pintu.
Mata sean kini sudah tertuju kearah selena yang begitu cantik saat di pandang. Wajah yang selalu terlihat fresh, garis bibir yang sedikit tebal namun sangat pas dengan ukuran wajahnya. Sangaat sangaaaat cantik dan aduhai bila di pandang.
"Emm oh baiklah suruh dia masuk dan temui saya" balas sean beberapa saat ia mencoba menenangkan fikiranya untuk tidak berfikiran m***m barang sebentar saja.
"Baik pak" balas selena, ia mulai berjalan kembali, dan secara tidak sengaja sean memandang kearah b****g selena yang bergoyang saat ia sedang berjalan, dan itu sangat menyakitkan untuk selangkangannya.
'Mari, silahkan masuk pak sean sudah menunggu anda' masih terdengar suara selena dari luar sedang mempersilahkan client nya untuk segera memasuki ruangan.
****
Sedangkan di dunia selena, menjadi seorang sekretaris memang menyenangkan sekaligus menyibukan.
Tetapi tetap saja, baginya saat menjadi sekretaris sean, ia memiliki sedikitnya waktu santai dan juga tidak begitu melelahkan.
Hanya membutuhkan kepiawaian, teliti dan juga cepat tangkas. Itulah nilai point yang sangat sean sukai.
"Sepertinya kita sudah jarang sekali shoping bersama sel" gumam seseorang yang berada di samping selena saat mereka sedang berjalan menuju tujuannya masing masing.
"Hahaha, apa kakak merindukanku?" tanya selena dengan nada jenakanya
"Hahaha,, bagaimana bisa aku merindukan mu?" balas illy juga ikut tertawa.
"Tapi, iya juga mungkin aku merindukanmu, rindu akan curhat dan hang out bersamamu" tambah illy,
selena menanggapinya dengan senyuman manisnya.
"Maafkan aku yang akhir akhir ini terlalu sibuk, Jika begitu, bagaimana jika pulang dari kantor kita langsung saja shoping, setelah itu ke apartemenku kita membuat masakan yang enak dan membuat kue kue untuk kita berpesta makanan?" tawar selena membuat mata illy berbinar binar.
"Ohh seriously?" ucap illy meminta kepastian,
"Triple rius kak!" balas selena dengan pasti
"Ahh ya tuhan aku sudah tidak sabar,," gumam illy menantikan jam pulangnya.
"Jika kau ingin cepat cepat pulang, sebaiknya kita mulai bekerja, aku takut ada yang melaporkan kita ke atasan" ucap selena dan diangguki oleh illy dan mereka mulai berpisah dan masuk ke ruang devisinya masing masing, ralat mungkin selena yang berbeda ia langsung berjalan kearah lift dan menekan tombol lantai atas khusus hanya untuk sean.
Dan selena sudah duduk di kursinya yang berada diluar tepatnya di pinggir pintu ruangan sean.
Sesaat ia baru teringat, jika sean sedang menerima tamu, sampai saat ini belum juga keluar.
Jika di ingat ingat client nya itu wanita, wanita dewasa yang sangat sexy bahkan jika di ibaratkan payudaranya yang terjepit oleh pakaian ketatnya itu seperti akan tumpah keluar.
Terbesit rasa cemburu dihati selena, akan rasa ketakutan jika wanita itu adalah pacar dari bosnya, namun ia segera menyangkalnya bahwa ia tidak berhak untuk mengurusi dan mencampuri kehidupan sean. Toh memangnya ia siapa?
Dengan perasaannya yang begitu berkelumit resah, ia segera mengalihkan perhatiannya kepada berkas berkas yang sudah menumpuk semenjak kemarin ia diangkat menjadi sekretaris pribadi sean.
Drrrtt.. Drrrtt..
Sebuah getaran di smartphonenya, seperti berteriak meminta untuk di perhatikan barang sejenak.
Selena merogoh saku blazzer dan mengambilnya untuk langsung melihat id caller pemanggil.
+083216322+++ is calling.
Uhh, nomor siapa ini?
Dengan perlahan setelah memencet tombol angkat ia langsung menempelkan di daun telinganya.
"Hallo?" gumamnya
"Hallo bibi, ini Qilo" terdengar suara nyaring anak anak di ujung sana membuat hati selena bergetar
"ya ampun sayang, ada apa?" tanya selena
"Bibi, apa dad ada bersama bibi?" tanya Qilo kepada selena
"Tidak sayang, dia sedang menerima tamu, ada apa? Kau dimana? Mengapa Qilo bisa membawa telepon genggam?" rentetan pertanyaan dari Selena
"Oups! Padahal Qilo udah nunggu daddy setengah jam yang lalu dicekolah, tidak bibi, Qilo meminjam teleponnya bapak kumis di pos satpam. Bibi, Qilo takut sendili sekolah sudah akan di tutup tapi daddy belum juga menjemput, dan tadi ibu guru bilang, dia pengen ketemu cama daddy. Duhh gimana ya bibi?" keluh Qilo, dan setelah mendengar clotehan dari Qilo kini selena mulai waswas dengan perasaan cemas yang merayap kedalam hatinya, ia segera bersiap siap mengambil kunci mobilnya
"Qilo, Qilo sayang. Tunggu bibi, bibi akan kesana kamu jangan kemana mana oke? Jika ada orang yang tidak dikenal mengajak Qilo berbicara, Qilo jangan menjawab oke? Bibi akan segera kesana" dan selena langsung memutuskan sambungannya secara sepihak dan langsung berjalan dengan terburu buru dan masuk kedalam lift yang akan membawanya langsung ke basement, ia tidak berpamitan dengan sean, karena ia tahu apa yang sedang terjadi di dalam sana, jadi ia tidak ingin mengacaukan hari sean.
*****
"Pak kumis, makasih ya udah minjemin teleponnya ke Qilo" ucap anak kecil bernama Qilo itu sembari menyerahkan hp yang sedari tadi ia gengam dan ia pakai kepada seorang bapak berseragam satpam itu.
"Iya Qilo, bagaimana? Apa ada yang akan menjemput Qilo?" tanya satpam itu
"Ada, ibu Qilo akan menjemput Qilo pak" riang Qilo
"Waah, ya sudah kamu tunggu disini aja sama bapak"
"Keo-keo" seru Qilo sembari mengacungkan kedua jempolnya kearah satpam yang di juluki pak kumis itu, di maksud Qilo itu adalah 'oke oke'
"bapak gemes deh sama Qilo" ucap satpam itu dengan mencubit pipi gembil Qilo.
"Ugghh pak kumis, sakit tahu" renggek Qilo melepaskan cubitannya sembari cemberut pura pura ngambek dan memalingkan wajahnya
Dan pak kumis itu hanya tertawa, sesaat kemudian pandangan Qilo tertuju kearah mobil yang sedang melaju, mendekat kearah gerbang sekolahannya, tentu saja di dalam nya terdapat selena, hingga mata Qilo kembali berbinar.
"Pak kumis!! Pak kumis!! Momy Qilo datang, horeee" soraknya sembari menarik narik seragam satpamnya.
"Waah momy Qilo cantik ya!" seru pak kumis itu
Kini Qilo malah terdiam, dengan mata yang sudah membulat sempurna "pak kumis!! Itu momy Qilo! Pak kumis gak boleh naksir sama momy Qilo!" kini Qilo merajuk dan saat itu pula selena sudah berada di depannya.
"Momyyy.. " teriak Qilo langsung berhamburan kepelukan selena saat tubuh selena sudah sejajar dengan Qilo.
Dan selena terkejut atas ucapan dari Qilo, apa tadi ia tidak salah mendengar?
"Momy, kenapa lama :( Qilo kepanasan disini" ucap Qilo kembali
"Maafkan b-' " momy perkenalkan ini pak kumis yang baik hati tapi jail" potong Qilo sesegera mungkin dengan matanya yang berkedip kedip. Dan selena mengerti arti dari kedipan mata Qilo.
"Oh, hallo pak, saya ibu dari Qilo. Saya mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada bapak sudah menjaga anak saya ini" ucap selena segera berdiri kembali dan berbicara kearah satpam itu.
"Oh iya bu, saya abhi satpam disini. Dan lagi pula saya senang dengan Qilo, sudah sepantasnya saya menjaga anak anak yang bersekolah disini" balas pak abhi dan selena hanya tersenyum mengangguki.
"Mommy ayo ketemu ibu guru Qilo dulu" dan Qilo langsung menyeret lengan Selena
"Yasudah jika begitu saya permisi pak" pamit selena kearah satpam itu,
"Ayo Qilo" ajak selena menuntun tangan mungil Qilo
"Dadah bapak" seru Qilo melambaikan tangannya.
"Qilo? Dimana ruang ibu gurunya?" tanya selena
"Ini disini, nahh itu dia." tunjuk Qilo kearah wanita yg sedang memeriksa buku
"Ibuu ibuu, ini momy Qilo" seru Qilo sampai sampai wanita itu menengok kearahnya dan tersenyum kearah Selena.
"Hust.. Qilo jangan seperti itu, itu namanya tidak sopan oke?" dan Qilo hanya mengangguk
Dan segera selena menyuruh Qilo untuk menunggunya di dekat ruang main, dan ia masuk menuju ruangan guru.
"Permisi bu?"
"Ah iya, selamat siang bu" sapa sang guru kearah selena sembari menyambut uluran tangannya.
"Iya selamat siang bu, saya wali dari raQilo" balas selena segera duduk di bangku yang menghadap kearahnya.
"Oh iya bu, saya guru kelasnya, maaf ibu saya ingin menjelaskan sesuatu kepada ibu"
"Memang ada apa bu? Apa Qilo membuat onar?" tanya selena
Dan guru itu yang memiliki nama mawar, langsung menunjukan sebuah tulisan kepada selena, yang tidak salah lagi adalah nilai nilai Qilo, dan yatuhan! Yang membuat terkejutnya adalah rata rata nilai itu merah.
"Kini nilai Qilo anjlok bu, saya tidak tahu penyebabnya apa, sekarang di kelas Qilo lebih banyak melamun, dan juga sering bertengkar dengan teman sekelasnya sendiri" keluh guru muda itu membuat Selena tercengang, bukannya saat ia melihat nilai nilai Qilo waktu itu sangat baik?
"Apa Qilo mempunyai masalah dengan Psikisnya? Tolong di bantu ya bu, saya tidak ingin murid favorit disini menjadi anjlok, itu sangat disayangkan bu"
"Iya bu, akan saya usahakan semoga Qilo menjadi murid favorit kembali, dan akan saya tanyakan apa sebabnya ia menjadi seperti itu"
"Baiklah, trimakasih sudah mau datang kemari bu"
"Iya, sama sama, mohon bimbingannya kembali bu" ucap selena segera berpamitan untuk kembali pulang dengan mengajak Qilo
setelah mereka berada dalam mobil, selena baru menanyakan apa maksud Qilo mengenalkannya sebagai ibu dari dirinya, apa sebabnya ia menjadi seperti ini.
"Maafkan Qilo bibi, Qilo tidak ingin mereka semua tahu kalo Qilo tidak punya momy, dan Qilo tidak tahu kenapa Qilo menjadi seperti ini Qilo tidak punya teman bibi hiks-hiks hikss, Qilo selalu mengharapkan kehadiran momy hikss hiks Qilo celalu iri sama teman teman Qilo hikss mereka selalu diantar oleh momynya, kenapa Qilo tidak? Bibi" ucap anak itu dengan sesegukan dan itu membuat hati selena sakit.
Dan selena tidak habis fikir dengan jalan fikiran sean, bagaimana bisa ia menelantarkan Qilo sampai seperti ini? Sampai sampai ia tidak memperhatikan pertumbuhan anaknya sendiri?, benar benar ayah yang sangat egois. Jika seperti ini terus jangan salahkan Qilo jika ia menjadi korban Broken home, ia tumbuh tanpa pantauan dari keluarganya, ia tumbuh kekurangan akan kasih sayang, ya tuhan.. Fikir selena.
"Qilo boleh kok anggap bibi seperti momy Qilo sendiri, ya tuhan Qilo hikss bibi sedih mendengar nya" ucap selena yang sudah menangis sedari tadi dan langsung mengangkat Qilo kepangkuannya sebelum mobil itu berjalan.
"Makasih bibi, Qilo sayang bibi" balas Qilo mencium pipi selena kemudian memeluknya dengan sangat erat.
"Sama sama sayang, bibi juga sayang Qilo"
Dan tiba tiba iphone selena bergetar menandakan ada yang menelponnya.
"Hallo?" seru selena saat ia sudah mengangkatnya.
"Selena kau dimana! Kenapa tidak ada di mejamu?" tanya seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah sean.
"Maaf pak, Saya sedang menjemput Qilo di sekolahnya, sebentar lagi saya akan sampai di kantor" balas selena dengan suara parau dan terdengar sean sedang mengerang frustasi dan bergumam sendiri.
"Hallo?, selena kau baik baik saja kan?" namun tidak ada sahutan dari selena
"Apa Qilo sudah berada bersamamu?" tanya Sean mengalihkan topik
"Ya, putra bapak berada dengan saya" dan setelah mereka berbincang sambunganpun terputus
Dan selena pun menjalankan mobilnya dengan Qilo tertidur di pangkuannya.
****
"Trimakasih selena, kali ini saya benar benar berterimakasih sudah mau menjemput Qilo, dan maaf jika saya sudah berulang kali merepotkan mu" ucap sean setelah selena menidurkan Qilo di kamarnya berada di dalam ruangan sang bos.
"Sama sama pak, saya harap anda bisa lebih siaga dalam menjaga Qilo, juga lebih banyak meluangkan waktu anda untuk lebih mengenal Qilo, saya takut lama lama Qilo menjadi anak yang broken home" balas selena terus terang kepada sean.
Dan beberapa detik kemudian, terlihat sean sedang mencerna setiap kata dilontarkan oleh selena, sehingga ia pun terduduk lesu dengan pandangan kosongnya.
Namun selena hanya terdiam, jujur saja ia sangat kesal atas perlakuan sean kepada anaknya sendiri.
"Tadi Qilo mengenalkan saya kepada gurunya, dan kami berbincang sebentar' jeda selena dan sean langsung terperanjat.
" kini nilai Qilo sangat menurun drastis, Qilo menjadi anak yang pendiam, sekaligus anak yang sering
Bertikai dengan sesama temannya" lanjut selena sean sangat tercengang
"Dan Qilo mengenalkan saya kepada orang orang bahwa saya adalah ibunya" kalimat itu berhasil membuat kepala sean terangkat memandangi selena menanyakan kebenarannya.
"Dan saat saya menanyakan apa alasannya, ia bilang ia tidak ingin orang orang mengetahui jika ia tidak mempunyai ibu, dan ia iri dengan teman sebayanya yang memiliki keluarga lengkap dan mendapatkan perhatian lebih dari seorang ibu " seru selena kembali dengan uraian cairan bening turun membasahi pipi tirusnya.
"Maafkan saya pak, bukannya saya lancang, tapi saya meminta kepada bapak supaya lebih banyak meyempatkan untuk mempunyai Quality time bersamanya," sambung selena dan sean hanya tertunduk dengan air mata yang sudah mengumpul di pelupuknya.
Sesaat hening
"Apa saya sudah menjadi ayah yang gagal untuknya? Kenapa saya tidak mengetahui itu semua?" gumam sean pada dirinya sendiri.
"Apa saya tidak pantas untuk menjadi seorang ayah? Apa hiks" dan seanpun terisak karena menurutnya ia sudah gagal menjadi ayah, ia sudah gagal memegang janji licia Alm. istrinya.
"Belum pak, waktu anda belum terlambat untuk berubah, merubah Qilo menjadi anak yang cerdas, pun baik" seru selena mendekat kearah sean dan memegang bahu sean dengan ragu.
Dan tidak disangka dengan apa yang dilakukan sean, ia langsung membawa selena kedalam pelukannya.
Dan ia menangis disana..
Di ceruk leher selena.