Two

1800 Words
Arsean pov Saat ini aku sedang berada di dapur bersama selena, entah apa yang sedang dimasak olehnya, sampai sampai selena tidak menyadari bahwa sedari tadi aku selalu memandangi gerak geriknya dari arah belakang. Tingkahmu yang seperti ini sangat mengingatkanku pada masalalu, selena.. "Boleh saya bantu?" tawarku dan berjalan kearahnya "Tidak perlu, aku hanya membuat yang simple dan tidak membutuhkan bantuan" jawabnya, refleks aku juga menghentikan langkahku untuk mendekatinya. "Huh.. Baiklah.." aku kembali mengedikkan bahu dan kembali mundur untuk berjalan menjauhi dapur. "Hey pak! Apa kau marah kepadaku??" teriaknya namun aku tetap saja berjalan tidak menghiraukannya sama sekali. Tingnong.. Dan saat aku akan mendaratkan bokongku kearah single sofa di dalam kamar putra kecilku ini, tiba-tiba saja suara bell rumah berbunyi nyaring meminta untuk di bukakan. Saat mataku tertuju kearah ambang pintu, tepat sekali selena sedang berdiri dengan nampan yang berada di tangannya, sedangkan penampilannya? Ya tuhaan.. Sangat menggoda sekali. Rambut panjang yang biasanya sering ia gerai kini ia ikat seperti kucir kuda dan hanya menyisakan beberapa helai yang tidak terbawa dan So god damn! Lehernya yang jenjang dan putih seperti meminta untuk aku klaim dengan kecupan kecupan milikku. "Pak, tolong ambilkan nampan ini, biar saya yang membuka pintunya" serunya memerintah. "Tidak perlu, biar saya saja yang membukanya" balasku segera berdiri kembali dan berlenggang keluar dari kamar Qilo. "Uhh... Baiklah" Ceklek.. "Hy my honey handsome boy" seru seseorang yang langsung saja memeluk tubuhku saat pintu rumah ini baru saja dibuka. "Mommy? Ngapain harus diketuk dulu? Bukannya mommy mempunyai duplikatnya?" tanyaku saat pelukan hangat kami terlepas, jika kalian menanyakan ia siapa, jelas saja ia riana adalard ibuku. "Tidak tahu, yang jelas mommy hanya ingin mengetuknya" "Mommy ini ada ada saja, apa dad tidak ikut mom?" balasku sembari mencari sosok daddy harold yang siapa tahu ada diluar pekarangan rumahku ini. "Tidak, daddy mu itu sedang sibuk, dia sedang berada di prancis, ah sudahlah jangan urusi dia. Oh ya, bagaimana dengan keadaan Qilo cucu mommy?"  Ujarnya yang langsung mencampakkan-ku, mommy langsung berjalan menyisir rumahku ini. Dan aku tidak menyadari jika mommy sudah akan menaiki tangga, ohh god! Bukannya dikamar Qilo masih ada selena? "Sean, tunggu apalagi!?" gertak mommy kepadaku karena hanya diam mematung dengan pandangan yang ntahlah.. "Mmm.. Mom, sebaiknya kita makan dulu bagaimana?" tawarku untuk memperlambat waktu, aku hanya takut jika mommy menemui selena, dengan respon yang tidak baik, dan itu akan membuat selena tersakiti oleh perkataan dan perlakuan dari mama. Note, jika kalian bertemu dengan ibuku, lalu ia tidak menyukaimu, maka bersiap siaplah dengan jurus andalannya 'death glare' ya kalian akan merasa terimindasi oleh sorotan matanya, dan tersudutkan oleh setiap kata-katanya. "Bagaimana bisa kita makan? Bukannya kamu tidak pernah memasak hm? Ada ada saja" bodoh! Memang yang di katakan mommy benar, eeh sebentar bukanya tadi selena memasakan sesuatu untukku? Umm semoga saja ia memasaknya banyak, dan kelebihan jika untuk dua orang saja. "T-, sudahlah ayo ikut sean ke ruang makan, dan kita lihat saja nanti" dengan terpaksa aku menarik lengan ibuku dengan halus dan membawanya kearah meja makan. Dan saat kami sampai ternyata makanannya memang begitu banyak, dan juga terlihat sangat lezat. "Woww!! Honey bunny!! Siapa yang memasak sebanyak ini?" tanya ibuku saat melihat banyaknya hidangan yang tersaji rapi diatas meja, kemudian pandangannya beralih kearahku. Dan aku? Aku hanya bisa tersenyum "Sepertinya hidangan ini lezat babe" gumamnya sendiri, ya memang, aku rasa juga begitu. "Sayangnya.. mommy ingin menemui Qilo dan setelah itu kita lunch!" sambungnya kemudian tersenyum kepadaku dan berlenggang begitu saja meninggalkanku sendiri disini. "Tapi Mom?.." "Tidak ada tapi tapian honey!" tegasnya segera berjalan dan langsung saja menaiki tangga. "Siapa kau? Apa kau kekasih anakku?"  samar samar aku mendengar suara itu, mataku tertuju kearah kamar Qilo, rupanya mama sudah sampai! Bodoh.. 'Seaaan!!!'. Yatuhan pengintimidasian sepertinya akan segera dimulai "Iya mom?" balasku saat aku sudah memasuki kamar Qilo. Rupanya selena sedang menyuapi Qilo, dengan Qilo yang berada di atas pangkuannya dengan kedua tangannya melingkar di pinggang selena. "Gramy?" gumam Qilo terdengar jelas ditelingaku bahwa Qilo masih terlalu lemas untuk mengucapkan sebuah kata. "Qilo, cucu gramy yg tampan rupanya sedang sakit? Mana yang sakit sayang?" "Nggak ada gramy" kulihat Qilo tersenyum kecil, kemudian ia menelusupkan wajahnya kearah bahu selena lagi. Sepertinya nyaman sekali.. Dan aku lihat wajah bawahanku itu kini memerah, mungkin ia sedang nervous karena kedatangan mommy saat ini. "S-sselamat siang nyonya adalard" hormat selena kepada ibuku, berhasil memecahkan kesunyian diruangan ini, karena kulihat mommy terus menerus memandang tajam kearah selena. "Mom.." seruku sangat pelan Dan? God! Mommy memandangku dengan pandangan yang lebih tajam lagi. "Jika Qilo tertidur, saya tunggu kalian berdua di ruang keluarga" mommy.. Ohh tuhan, kini hanya tinggal aku berdua dengan selena, ralat bertiga bersama anak ku. "Pak, bagaimana ini? Mungkin nyonya salah faham pada saya." ucap selena membuat pandanganku kembali tertuju kepadanya. "Tenang saja, aku tahu betul bagaimana ibuku"  Aku harus meyakinkan ibuku, bahwa kami tidak ada apa-apa. *** "Siapa kau gadis cantik?" tanya seorang wanita berumur sekitar setengah abad itu kepada selena yang hanya terdiam menunduk disamping sean. "Ss-saya SelenaQila alinson, karyawan di perusahaan pak sean. Nyonya." balas selena "Apa kau kekasih anakku?" detik kemudian wajah selena memerah semerah tomat. "B-bukan nyonya" elak selena "Lalu? Jika kau bukan kekasih anak ku? Apa yang kau lakukan di dalam rumah ini?" "Ssay- "aku yang memintanya untuk datang kesini, Qilo demam tinggi, dan ia terus menerus memanggil namanya jadi salahkan saja aku, dan stop berfikiran jika kami mempunyai hubungan spesial mom, yang benar saja." potong sean dengan panjang lebar "Maafkan aku, aku hanya ingin kau secepatnya menemukan pendamping hidupmu lagi, aku tidak ingin Qilo tumbuh dewasa tanpa merasakan kasih sayang dari seorang ibu" kini riana berbicara jujur kepada mereka, sedikit terkejut dengan pemikiran riana, bagaimana bisa ia menyimpulkan bahwa selena kekasih dari sean? Jelas saja itu mustahil. yatuhan.. "Yang gramy katakan benar, lebih baik bibi menikah saja dengan dady Qilo" tiba-tiba saja, suara anak kecil yang berada tidak jauh dari mereka berhasil menjadi pusat perhatian Selena, riana dan sean. Perlahan Qilo berjalan, ia hanya ingin berdekatan dengan selena dan kembali untuk berada di dalam pelukan bibi nya ini. "Qilo, sayang bibi Qila, Qilo sayang daddy, Qilo juga sayang gramy and granpy" tuturnya "Bibi mau kan menikah dengan daddy Qilo?" ucap Qilo diikuti senyuman manis darinya membuat semua orang mendengarnya ikut tersenyum haru. "Bibi, teman teman di sekolah Qilo sering bercerita tentang momy-nya. mereka selalu bercerita nyamannya di pelukan momy, Qilo ingin merasakannya bibi, dad?." tutur Qilo membuat hati sean teriris dan menatap Qilo nanar. "Dan Qilo ingin sekali mempunyai momy seperti bibi Qila" lanjutnya "Maafkan Dad Qilo.. Dad belum bisa membahagiakan Qilo" kini suara sean yg mengintrupsi, sedangkan selena dan riana? Mereka kompakan sudah menangis karena ucapan dari Qilo yang menyayat hati keduanya. "Tidak dad, Qilo bahagia bersama dady tapi Qilo akan bahagia jika dad menikah dengan bibi Qila" entah dari mana dan siapa yang mengajarkan kata kata seperti itu kepada Qilo, yg jelas ia berbicara seperti itu layaknya seperti orang dewasa saja. "Bibi Qila sayang sekali sama Qilo" ucap selena ditambah mengeratkan pelukannya dengan Qilo "Qilo juga sayang bibi" balas Qilo.. Dan sesaat mereka terdiam, semua hening, sampai selena memundurkan tubuh kecil Qilo untuk memastikan keadaannya, karena tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh kecilnya. ternyata benar saja disana sudah terlihat bahwa ada darah mengalir deras dari hidung bangirnya Qilo. "Astaga, Qilo! Bangun sayang? Qiloo.. Pak sean, Qilo pak" dengan histeris selena berteriak mencoba membangunkan Qilo yg sudah tergeletak diatas pangkuannya. "Qilo!! ...." Sama hal nya dengan sean dan riana, mereka juga tak kalah paniknya, "Cepat kita bawa Qilo ke rumah sakit sean!" printah ibunya dan dengan cepat mereka bertiga berjalan tergesa gesa menuju mobil dengan Qilo yang berada di dalam gendongan Selena dan riana yang selalu di sampingnya,  sean langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, "Pak lebih cepat lagi!, hiks! Qilo sayang, bangun nak, jangan membuat kami cemas" tak henti hentinya selena menangis dan mencoba menyadarkan Qilo "Sean lebih cepat sedikit lagi" pinta ibunya "Ini sudah dibatas maksimal, bersabarlah" sama hal nya dengan sean, ia pun sama paniknya dengan dua perempuan itu namun ia masih bisa mengontrolnya. -- Kini Qilo sudah masuk kedalam ruangan UGD dan langsung ditangani oleh dokter. Tapi masih saja kepanikan tersisa dihati mereka masing masing. "Pak, Qilo! Hiks" lirih selena sembari menangis "Tidak akan terjadi apa apa dengan Qilo, ia anak yang kuat. Tenanglah.." sean mencoba menenangkan selena dengan cara memeluknya, bukannya ia mencari kesempatan, tapi hanya itu yang bisa membuat mereka yang panik menjadi lebih rileks kembali. Dan dengan tidak malu lagi selena menangis dengan cara menelusupkan kepalanya di d**a bidang bos nya itu. "Tenanglah.." desis sean mengusap pelan punggung selena. Ceklek tiba tiba saja dokter yang tadi memeriksa Qilo keluar dari ruangan UGD, ingin memberikan informasi terkini tentang keadaan anak sematawayang sean. "Keluarga dari pasien RaQilo adalard?" "Saya dok" mereka bertiga dengan kompakan menjawab "Saya ayahnya" sambung sean "Oke baiklah, bapak dan ibu, putra kalian saat ini terserang virus typus, dan jika pendarahan pada hidungnya itu hanya mimisan kecil akibat terlalu tinggi demam pada tubuhnya, sebaiknya ibu dan bapak menjaga pola makan, jangan sampai ia terlambat untuk memberinya makanan-makanan sehat dan bergizi." sejenak sean dan selena saling pandang. "Mungkin beberapa hari kedepan putra kalian akan dirawat inap, tolong selesaikan administrasi agar putra anda segera kami pindahkan keruangan rawat inap," "Baik dok, saya mengerti" "Yasudah, saya permisi" pamit sang dokter dan kini sean dan selena mulai menjaga jarak kembali, setelah perkataan sang dokter tadi dengan mengira bahwa selena dan sean adalah sepasang suami istri.  Sedangkan riana ia hanya cekikikan tanpa diketahui oleh anaknya. "Sebaiknya aku mengurus dulu administrasinya"  sean langsung berlenggang begitu saja meninggalkan keduanya. "Kau sangat cocok sekali dengan putraku" gumam riana kepada selena saat sean sudah tidak terlihat lagi. "Itu tidak benar nyonya" balas selena menundukan kepalanya. "Panggil saja aku tante, dan ingat angkat wajahmu bila sedang berbicara denganku selena" ucap riana dengan senyuman kecilnya "Baik nyonya, eh tan" balasnya gugup "Panggil saja aku tante, dan ingat angkat wajahmu bila sedang berbicara denganku selena" ucap riana dengan senyuman kecilnya "Baik nyonya, eh tan" balasnya gugup. "Jika tante boleh tau, sejak kapan kamu dekat dengan Qilo?" Ujar riana pada selena yang kini sudah duduk di sampingnya dengan hati yang sudah mulai tenang. "Saya dekat dengan Qilo lumayan sudah lama tan, beberapa bulan kebelakang Qilo sering mengunjungi saya di kantor." Jawab selena dengan senyumannnya yang sopan. "Memangnya kamu kerja di bidang apa di kantor sean?" Tanyanya lagi. Selena masih mau menjawab dan menerima celotehan dari wanita berumur setengah abad ini. Beberapa kali juga selena menceritakan kehidupannya, karirnya, dan juga latar keluarganya. Begitupun dengan riana yang asik mendengarkan, dan juga memperhatikan bagaimana selena yang sesungguhnya. Mereka mulai terlihat saling tertarik, mengakrabkan diri dan juga terlihat dekat satu sama lain. "Tante sering pulang pergi amrik-indo?" Tanya selena saat riana sudah menjeda obrolannya. "Tidak juga sel, tante dan om biasanya 3bulan sekali datang untuk menengok Qilo, namun kali ini memang tante sengaja datang setelah mendengar Qilo sakit." Jawabnya. Selena hanya mengangguk dan tersenyum, sampai sean kembali datang dengan surat administrasi di tangannya. "Mommy, akan tinggal disini?" "Sepertinya begitu, mommy akan menemani Qilo hingga pulih. Kalian tidak keberatan kan?" Seru riana pada selena dan sean, mereka sama sama kikuk dan juga saling menggeleng. "Jadi bagaimana? Apa Qilo sudah bisa memiliki mommy baru?" ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD