28. TAMU TAK DI UNDANG

1562 Words

Dea tersenyum sendiri mengingat apa yang telah di katakan Adam padanya di depan teman-temannya, tak peduli itu benar adanya atau hanya sebuah bualan manis dari Adam. Dea tak peduli, dia hanya bahagia. "Ya! Lo nyuci piring apa rendem piring." Cibir Vira yang melihat air terus mengalir sedang piring banyak memenuhi wastafel tanpa di bilas oleh Dea yang sibuk melamun dengan senyuman khasnya. "Nglamunin Bagas." Celetuk Fania yang sedang menyantap roti bakar berselai kacang kesukaannya. "Apasih lo?" Ketus Dea galak begitu moment melamunkan sang pujaan hati di ganggu oleh sahabatnya. Tak ada yang menyangka adanya liburan bareng ini membuat sebuah ikatan persahabatan di antara dua kubu yang dulu berperang dingin, memunculkan cinta yang terpendam antara keduanya. Aldi dan Icha bahkan tak malu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD