"Dam, nanti Papa sama Mama gak bisa nganter. Jadi biar Dea aja ya?" Tawar Papanya yang sudah di kejar deadline untuk keluar kota, Mama Adam tak pernah absen dari samping Papa. Begitu besar rasa cintanya ke suaminya. Adam hanya mengangguk, hari ini terasa berat. Pertama kalinya Ia akan meninggalkan negara kelahirannya, merantau jauh menimba ilmu di negara Jerman, impian beberapa orang. Takdir tak ada yang tahu memang siapa yang mengira jika Ia akan menikah di umurnya yang masih dini, siapa yang akan mengira Ia akan jauh dari orang-orang terdekatnya selama Ia di lahirkan di dunia. "Dea gak papakan ngantar Adam sendiri ke Bandara?" Tanya Mama pada menantunya yang sejak tadi hanya diam memperhatikan siapa yang berbicara di hadapannya. "Iya,Ma. Dea aja yang nganter Adam nanti." Ucap Dea lem

